Mas Marrel Hadiri Jathilan di Sleman, Pesan Ini Disambut Sorak Warga
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
Ilustrasi Kepala dan perwakilan komite TK se-Jogja mendengarkan sosialisasi PPDB dari SD MP3./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN--Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto memastikan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sleman pada tahun ajaran 2022/2023 berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Hal ini terlihat dari minimnya jumlah laporan ataupun aduan yang masuk ke Posko PPDB di Disdik Sleman. Meski minim aduan, tetapi bukan berarti tidak ada warga yang datang ke Posko.
Posko PPDB Sleman, katanya, tetap menerima warga yang datang namun bukan melakukan protes tetapi lebih pada konsultasi. "Kalaupun ada yang datang setiap hari antara 5-10 orang. Itupun didominasi oleh warga yang konsultasi atau bertanya terkait pembuatan akun. Bukan terkait hal-hal yang signifikan," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (18/6/2022).
BACA JUGA: Sleman City Hall Hadirkan Misteri Kampung Penari Series 2
Minimnya aduan dan protes yang diterima Posko PPDB Sleman, lanjut Sri, dikarenakan sejumlah hal, yakni selain sosialisasi pelaksanaan PPDB dinilai masif, bisa jadi persoalan yang muncul selama proses PPDB dapat diselesaikan ditingkat UPT Pelayanan Pendidikan masing-masing kapanewon.
"Ini juga menunjukkan warga sudah banyak memahami pelaksanaan PPDB. Apalagi tahun ini kami buat pertahapan dari afirmasi hingga zonasi di akhir," ujarnya.
Disinggung soal potensi kecurangan dengan modus calon siswa pindah KK agar lebih dekat atau masuk zonasi, Sri meyakini hal tersebut akan mudah terdeteksi oleh sistem. Dia mengjelaskan, Disdik sudah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman untuk mengantisipasi masalah tersebut.
"Kalau ada yang tidak sesuai dengan persyaratannya, akan terdeteksi oleh sistem. Sistem tentu akan menolak jika memang KK yang dimasukkan tidak sesuai dengan aturan," tandasnya.
Disdik masih menunggu selesainya seluruh proses PPDB di Sleman. Untuk PPDB SD, lanjut Sri, Disdik akan segera menggelar rapat terkait capaian PPDB. Termasuk membuat kebijakan terhadap sekolah-sekolah yang hanya menerima siswa baru dengan jumlah minim. "Kami masih belum menerima rakapitulasi penerimaan PPDB SD. Tentu nanti akan ada kebijakan terhadap sekolah yang jumlah siswa barunya sedikit," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.