Advertisement

Banyak Orang Tua Curangi PPDB, Disdik Sleman: Tak Sulit Mendeteksinya

Abdul Hamied Razak
Minggu, 19 Juni 2022 - 22:07 WIB
Arief Junianto
Banyak Orang Tua Curangi PPDB, Disdik Sleman: Tak Sulit Mendeteksinya Ilustrasi Kepala dan perwakilan komite TK se-Jogja mendengarkan sosialisasi PPDB dari SD MP3. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto memastikan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sleman pada tahun ajaran 2022/2023 berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Hal ini terlihat dari minimnya jumlah laporan ataupun aduan yang masuk ke Posko PPDB di Disdik Sleman. Meski minim aduan, tetapi bukan berarti tidak ada warga yang datang ke Posko.

Posko PPDB Sleman, katanya, tetap menerima warga yang datang namun bukan melakukan protes tetapi lebih pada konsultasi. "Kalaupun ada yang datang setiap hari antara 5-10 orang. Itupun didominasi oleh warga yang konsultasi atau bertanya terkait pembuatan akun. Bukan terkait hal-hal yang signifikan," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (18/6/2022).

BACA JUGA: Sleman City Hall Hadirkan Misteri Kampung Penari Series 2

Minimnya aduan dan protes yang diterima Posko PPDB Sleman, lanjut Sri, dikarenakan sejumlah hal, yakni selain sosialisasi pelaksanaan PPDB dinilai masif, bisa jadi persoalan yang muncul selama proses PPDB dapat diselesaikan ditingkat UPT Pelayanan Pendidikan masing-masing kapanewon.

"Ini juga menunjukkan warga sudah banyak memahami pelaksanaan PPDB. Apalagi tahun ini kami buat pertahapan dari afirmasi hingga zonasi di akhir," ujarnya.

Disinggung soal potensi kecurangan dengan modus calon siswa pindah KK agar lebih dekat atau masuk zonasi, Sri meyakini hal tersebut akan mudah terdeteksi oleh sistem. Dia mengjelaskan, Disdik sudah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman untuk mengantisipasi masalah tersebut.

"Kalau ada yang tidak sesuai dengan persyaratannya, akan terdeteksi oleh sistem. Sistem tentu akan menolak jika memang KK yang dimasukkan tidak sesuai dengan aturan," tandasnya.

Disdik masih menunggu selesainya seluruh proses PPDB di Sleman. Untuk PPDB SD, lanjut Sri, Disdik akan segera menggelar rapat terkait capaian PPDB. Termasuk membuat kebijakan terhadap sekolah-sekolah yang hanya menerima siswa baru dengan jumlah minim. "Kami masih belum menerima rakapitulasi penerimaan PPDB SD. Tentu nanti akan ada kebijakan terhadap sekolah yang jumlah siswa barunya sedikit," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Musim Liburan, Begini Kondisi Kasus Covid-19 di DIY

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement