Advertisement

Perpusnas Press Dorong Penulis Lokal Terbitkan Karya

Yosef Leon
Jum'at, 24 Juni 2022 - 07:57 WIB
Sirojul Khafid
Perpusnas Press Dorong Penulis Lokal Terbitkan Karya Suasana sosialisasi dan promosi Perpusnas Press di Jogja, Kamis (23/6/2022). - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui Perpusnas Press mendorong penulis lokal untuk menyebarluaskan gagasan dan ide ke masyarakat luas dalam bentuk buku. Penerbitan bisa difasilitasi melalui Perpusnas Press secara gratis. Hal ini untuk mendorong peningkatan literasi dan sebagai titik mula masuk ke industri penerbitan.

Pemimpin Redaksi Perpusnas Press, Edi Wiyono, menjelaskan saat ini mereka telah menerbitkan 200 judul buku lebih sejak berdiri pada Juli 2019 silam. Jenis buku juga beragam, mulai dari fiksi maupun non fiksi. Setiap tahunnya, target Perpusnas Press menerbitkan sebanyak 15-20 judul buku baru. Salah satu tujuannya untuk mendorong peningkatan literasi dan munculnya penulis lokal baru.

"Awalnya memang kami hanya memfasilitasi buku soal perpustakaan tapi dalam perjalanan ke sini, buku apapun bisa kami terbitan baik fiksi maupun non fiksi. Tapi memang untuk yang non fiksi lebih ke ilmiah populer," kata Edy dalam sosialisasi dan promosi Perpusnas Press di Jogja, Kamis (23/6/2022).

BACA JUGA: Mantap! Mobil Balap Formula ala Tim Bimasakti UGM Berlomba di Sirkuit Assen Belanda

Pada tahun ini, Perpusnas Press menyambangi tiga kota yakni Jogja, Padang, dan Balikpapan untuk mengenalkan kegiatannya. Penulis Lokal dipilih lantaran akses ke industri penerbitan cenderung susah, apabila dibandingkan sejumlah kota besar lain di Indonesia. Adapun peserta yang disasar yakni komunitas literasi, mahasiswa, media massa, dan juga Dinas Perpustakaan.

Edy menjelaskan, penulis lokal yang ingin menerbitkan bukunya lewat Perpusnas Press bisa mengunggah naskah buku secara daring ke epublishing.perpusnas.go.id. Redaksi nantinya akan mengoreksi tata penulisan dan berbagai hal lainnya. Tahap ini juga akan melibatkan penulis. Setelah dikoreksi oleh penulis tanpa akhir adalah penentuan penerbitan oleh pihak Perpusnas Press.

"Tapi kami lebih mendorong bentuknya ke digital nanti bisa diakses dengan ipusnas atau website sipena. Jadi semua masyarakat bisa akses tanpa harus membeli buku," jelasnya.

Hanya saja setelah buku yang diusulkan terbit, Perpusnas Press tidak menyediakan royalti kepada penulis seperti halnya pada penerbitan mayor atau independen lainnya. Namun begitu, penulis dimungkinkan untuk menerima buku dalam bentuk cetak dan kegiatan promosi buku dalam bentuk bedah buku maupun diskusi.

BACA JUGA: Akses Masuk Teras Malioboro Dikeluhkan, Pedagang: Lapak di Belakang Enggak Laku

"Harapan kami memang Perpusnas Press ini bisa jadi titik awal penulis dan bisa jadi jalan mereka untuk masuk ke industri dunia penerbitan," ungkapnya.

Advertisement

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono yang hadir sebagai salah satu narasumber mendorong agar penulis lokal berani mengirimkan karya mereka ke media massa. Pemuatan karya di media massa bisa jadi awal untuk menjadi penulis serius dan kemudian mengarah ke penerbitan buku.

"Media massa biasanya menerima karya tulis seperti opini, cerpen, analisis, atau lain sebagainya. Hal ini bisa dimanfaatkan penulis lokal untuk mengirimkan karyanya. Tema penulisan bisa yang sifatnya tematik atau isi yang hangat saat itu juga," jelas Anton.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Total 11 Wajib Pajak Crazy Rich Ikut Program Pengungkapan Sukarela

News
| Jum'at, 01 Juli 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Dieng Culture Festival 2022 Digelar September 2022

Wisata
| Jum'at, 01 Juli 2022, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement