Advertisement

Akses Masuk Teras Malioboro Dikeluhkan, Pedagang: Lapak di Belakang Enggak Laku

Sunartono
Kamis, 23 Juni 2022 - 18:37 WIB
Arief Junianto
Akses Masuk Teras Malioboro Dikeluhkan, Pedagang: Lapak di Belakang Enggak Laku Suasana Teras Malioboro 1, Jogja, Sabtu (19/2/2022) malam. - Harian Jogja/Sirojul Khafid.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Perwakilan pedagang Teras Malioboro mengeluhkan soal alur pengunjung yang kurang memadai sehingga lapak bagian belakang dan pojok jarang terjamah pengunjung. Untuk itu, Pemda DIY berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki saranaprasarana untuk mengatasi persoalan itu. 

Salah satu keluhan pedagang adalah terkait dengan alur pengunjung yang dinilai kurang memadai karena pintu masuk hanya dari depan sehingga lapak yang berada di belakang dan pojok belakang minim pembeli. Selain itu ketika terjadi hujan deras seringkali masih terjadi rembesan air yang cukup menganggu operasional pedagang.

"Selain itu toilet juga perlu ditambah agar sebanding dengan jumlah pengunjung. Selain itu kiranya perlu menambah pengamanan," kata salah satu pedagang, Supriyati saat audiensi antara perwakilan pedagang dengan Pemda DIY di Gedhong Pracimasono, kompleks Kepatihan, Kamis (23/6/2022).

BACA JUGA: Kuota PPDB Jogja untuk Anak Difabel Tidak Terpenuhi

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji memahami masukan yang disampaikan oleh pedagang mulai dari atap bocor hingga toilet yang minim. Oleh karena itu, dia bersama Pemkot Jogja akan terus berupaya melakukan pembenahan.

Dia sepakat, terkait dengan fasilitas pengamanan perlu ditambah termasuk pembuatan hidran untuk mengantisipasi kebakaran. Sejumlah masukan itu akan menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan 

"Kami menerima semua usulan yang disampaikan termasuk adanya toilet yang dirasa kurang. Tentu kami akan berupaya untuk terus menambah fasilitas. Intinya banyak masukan, jadinya akan bagus. Kita komunikasikan dengan luwes saja," ujarnya.

Aji menegaskan program penataan PKL di Teras Malioboro merupakan tujuan positif. Tentu harapan terbesarnya adalah seluruh pedagang mendapatkan hasil jualan yang maksimal.

Sementara terkait dengan adanya masukan alur pengunjung, kata dia, akan menjadi evaluasi tersendiri sehingga ke depan semua pedagang merasakan dampak ekonomi yang lebih baik.

"Tentu kami berpikir, jangan sampai satu laku, satunya lagi jualannya tidak laku, harapan kami ya dagangannya laku semua. Sehingga kami akan komunikasikan ini dengan Dinas UKM dan Pemkot Jogja," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Disdikbud Jateng Akan Kembalikan Hak Calon Peserta Didik yang Dirugikan

News
| Kamis, 07 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Girls, Ini Tips Solo Travelling untuk Anda

Wisata
| Selasa, 05 Juli 2022, 16:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement