Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Tukino, salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin memupuk tanaman padi yang di sawahnya, Rabu (14/4/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus menyosialiasikan program pembelian beras milik petani lokal. Hingga sekarang sudah ada ratusan pegawai di 15 organisasi perangkat daerah (OPD).
Rencananya program ini tidak hanya untuk PNS, tetapi juga menyasar ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Adinoto mengatakan, sejak September 2021 lalu, ada surat edaran dari bupati yang mengimbau PNS di lingkup pemkab membeli beras petani lokal Gunungkidul.
BACA JUGA: Pengajuan Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Wonosari Ditolak
Hingga sekarang 863 pegawai di 15 OPD yang mengikuti program ini. “Awalnya hanya 710 orang, tapi sudah ada penambahan. Total setiap bulannya ada beras seberat 4,3 ton yang dibeli dari petani lokal di Gunungkidul,” kata Adinoto, Rabu (29/6/2022).
Meski sudah ada tambahan pegawai yang ikut, dia tidak menampik masih ada 10 OPD yang belum berpartisipasi. Diharapkan seluruh pegawai bisa mengikuti sehingga program berjalan sesuai yang direncanakan.
Selain menyasar ke OPD lain, program ini juga menyasar ke PPPK. Adinoto mengatakan, sudah menyosialisasikan ke 47 PPPK di lingkup dinas pertanian danpangan untuk mengikuti. “Baru tahap awal dan rencananya seluruh P3K di Gunungkidul juga bisa berpartisipasi,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu tujuan program ini digulirkan agar hasil panen petani bisa terserap lebih optimal. Harapannya dengan terserap lebih maksimal, maka upaya menyejahterakan petani lokal bisa diwujudkan. Adapun teknisnya, setiap pegawai diwajibkan membeli beras seberat lima kilogram per bulannya.
“Beras yang dijual kualitas premium dengan harga Rp11.000 per kilonya,” ungkapnya.
Ketua Koperasi Tani Cerdas di Kalurahan Kampung, Ngawen, Suparna menyambut baik dengan program ASN wajib membeli beras petani lokal. Meski demikian, dia berharap program ini bisa dioptimalkan karena belum semua pegawai mengikutinya.
“Total ada tujuh gapoktan yang menyuplai beras untuk pegawai dan kami salah satu yang ikut memasok,” kata Suparna.
Menurut dia, untuk pasokan tidak ada masalah karena kapasitas produksi sekarang bisa mencapai 10 ton setiap bulannya. “Jadi memang belum terserap maksimal. Harapannya, program pembelian beras dari petani lokal bisa digalakkan,” katanya.
Ia mendukung kebijakan beli beras petani lokal karena hasilnya akan sangat dirasakan para petani. Selama ini, sambung Suparna, banyak gabah petani yang dijual ke luar daerah, tapi ironisnya saat menjadi beras banyak dipasok untuk memenuhi kebutuhan di Gunungkidul.
“Kalau dengan program ini dari mulai gabah hingga menjadi beras tetap di Gunungkidul sehingga perputaran uangnya juga tidak ke luar daerah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.