Jadwal SIM Gunungkidul Rabu 16 September 2026 di Sambipitu Patuk
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
Suasana diskusi terkait dengan kebijakan publik di DIY pada Selasa (5/7/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Kelompok masyarakat sipil perlu diperkuat konsolidasinya karena dinilai memiliki peran penting dalam mengawasi sejumlah proyek pemerintah agar tidak diselewengkan. Sejumlah bentuk penyimpangan proyek terbukti nyata terjadi di DIY dengan adanya operasi tangkap tangan dilakukan KPK.
Hal itu dibahas dalam diskusi terkait dengan kebijakan publik di kawasan Jetis, Kota Jogja, Selasa (5/7/2022). Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Beny Susanto menyatakan dalam berbagai riset sudah banyak membuktikan dalam penyimpangan korupsi sekitar 60%-70% terjadi pada pengadaan barang dan jasa.
BACA JUGA: Viral karena Pencetak Gol Terbanyak di AFF U-19, Hokky Caraka Ternyata Remaja Gunungkidul
Pos ini menurutnya sangat rawan untuk diselewengkan untuk kepentingan pribadi kelompok tertentu. Masyarakat memiliki peran penting melakukan pengawasan.
"Sisi lain ada fakta bahwa kekuatan masyarakat sipil saat ini justru melemah konsolidasinya. Media sebagai pilar demokrasi sudah banyak menyampaikan, ORI misalnya sudah banyak memberikan rekomendasi sehingga lembaga terkait tidak menuntaskan, tetapi seringkali tidak ditindaklanjuti. Maka masyarakat sipil ini harus meningkatkan kekuatan konsolidasinya," kata Wakil Katib Syuriah PWNU DIY ini dalam diskusi tersebut, Selasa.
Anggota Fraksi PDIP Kota Jogja, Antonius Fokki Ardianto menyatakan kesepakatannya terkait dengan pengawasan proyek pemerintah harus melibatkan banyak pihak terutama masyarakat. Dia menilai semua legislatif di DIY tentu sudah menjalankan perannya menjalankan fungsi pengawasan.
Selain itu dari sisi regulasi semua sudah berujung pada upaya kesejahteraan masyarakat. Dia mencontohkan di Kota Jogja, untuk pembangunan apartemen sekitar 20% dari total lahan yang digunakan harus memberikan ruang manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Tetapi ini kadang tidak konsisten dilaksanakan, seperti hanya cukup membuat surat kesepakatan saja bahwa ketika akan membangun siap memberikan ruang bagi MBR, tetapi dalam praktiknya tidak terealisasi. Kami sepakat hal-hal seperti ini harus diawasi bersama masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA: Ini yang Sultan Sesalkan dari Kasus OTT KPK terhadap Haryadi Suyuti
Salah satu pelaku usaha, Andry Lesmono dalam diskusi tersebut menyatakan sepakat terkait memaksimalkan peran masyarakat dalam melakukan pengawasan. Di sisi lain lembaga pemerintah terkait menurutnya harus konsisten dengan fungsinya untuk mencegah terjadinya penyelewengan pada proyek.
Apalagi saat ini sudah ada lembaga nonpemerintah seperti ORI, KPK dan lainnya yang memiliki peran penting merespons indikasi penyelewengan.
"Tetapi kadang beberapa lembaga pemerintah misalnya sudah mendapatkan rekomendasi dari ORI justru mengabaikan. Kami berharap pembangunan ini berjalan sesuai ketentuan dan bermanfaat untuk masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.
KA Ijen Ekspres tertemper mobil di perlintasan sebidang Jember. Pengemudi meninggal dunia, KAI Daop 9 imbau warga patuhi rambu lalu lintas.