Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
virus Marburg
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Marburg dianggap berbahaya. Meskipun jarang, virus ini menyebabkan penyakit yang sangat fatal yang menyebabkan jumlah kematian yang sangat tinggi ketika terjadi wabah.
Virus Marburg adalah jenis virus demam berdarah dari keluarga virus Filoviridae. Virus Marburg menyebabkan penyakit virus Marburg baik pada primata maupun pada manusia.
Ketika seseorang terinfeksi virus Marburg, gejala muncul dengan cepat yaitu biasanya dalam 2 hingga 21 hari. Pendarahan hemoragik menjadi parah antara lima dan tujuh hari dan pada titik ini tingkat kematiannya mencapai antara 25% hingga lebih dari 80% di beberapa wabah.
Virus Marburg menjadi perhatian dunia pada tahun 1967 ketika wabah kecil terjadi di Marburg dan Frankfurt, di Jerman. Itu juga terjadi di Beograd, ibu kota bekas negara Yugoslavia.
Wabah pertama di Jerman terjadi setelah pekerja Jerman menangani jaringan monyet grivet yang telah terinfeksi virus. 31 orang terjangkit penyakit virus Marburg sebagai akibat dari wabah pertama ini. Tujuh orang meninggal.
Gejala pertama penyakit virus Marburg adalah perasaan sakit yang parah dan timbulnya sakit kepala yang serius. Gejala umumnya adalah mengalami nyeri otot, diare, kram, dan muntah.
Saat virus bekerja di seluruh tubuh, virus ini menyebabkan orang terlihat seperti memiliki mata yang sayu dan tidak tampak ceria. Mereka juga cenderung menjadi sangat lesu. Dalam beberapa wabah, ruam gatal juga terjadi.
Ketika penyakit virus Marburg menyebabkan kematian, biasanya karena pendarahan yang dapat terjadi dari banyak tempat di tubuh. Kebanyakan orang yang meninggal karena penyakit virus Marburg mengalami pendarahan sekitar 8 atau 9 hari setelah gejala dimulai.
Virus Marburg menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, dan jaringan orang yang terinfeksi, serta melalui penanganan hewan yang mati atau sakit yang membawa virus.
Monyet dan kelelawar buah (codot) adalah pembawa virus Marburg yang umum, menyebabkan terjadinya penularan dari hewan ke manusia.
Virus Marburg memiliki dua strain yaitu A dan B. Strain Marburg A adalah penyebab wabah Uganda 1967, wabah Kenya pada 1980, dan wabah Angola pada 2004-2005. Strain Marburg B adalah penyebab epidemi Republik Demokratik Kongo 1999-2000 dan wabah terisolasi di Uganda antara 2007 dan 2009.
Kurangi risiko tertular virus Marburg dengan membatasi paparan babi di Afrika ke kelelawar buah, yang merupakan pembawa alami. Menghindari gua yang dihuni kelelawar buah juga dapat mengurangi risiko paparan. Setelah seseorang terinfeksi, tindakan pencegahan yang tepat harus diambil untuk menghindari kontak dengan cairan tubuh dan darah mereka.
Pengobatan untuk virus Marburg biasanya mencakup terapi suportif. Ini dapat mencakup rehidrasi oral dan cairan intravena. Tidak ada vaksin atau obat antivirus untuk virus Marburg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.