Advertisement

10 Fakta Virus Marburg, Dianggap Berbahaya dan Mematikan

Intan Riskina Ichsan
Selasa, 12 Juli 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
10 Fakta Virus Marburg, Dianggap Berbahaya dan Mematikan virus Marburg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Marburg dianggap berbahaya. Meskipun jarang, virus ini menyebabkan penyakit yang sangat fatal yang menyebabkan jumlah kematian yang sangat tinggi ketika terjadi wabah.

Virus Marburg adalah jenis virus demam berdarah dari keluarga virus Filoviridae. Virus Marburg menyebabkan penyakit virus Marburg baik pada primata maupun pada manusia.

Ketika seseorang terinfeksi virus Marburg, gejala muncul dengan cepat yaitu biasanya dalam 2 hingga 21 hari. Pendarahan hemoragik menjadi parah antara lima dan tujuh hari dan pada titik ini tingkat kematiannya mencapai antara 25% hingga lebih dari 80% di beberapa wabah.

Berikut fakta mengenai Virus Marburg, dilansir dari Soft Schools:

1. Dimulai Pada 1967

Virus Marburg menjadi perhatian dunia pada tahun 1967 ketika wabah kecil terjadi di Marburg dan Frankfurt, di Jerman. Itu juga terjadi di Beograd, ibu kota bekas negara Yugoslavia.

2. Wabah Pertama Menyebabkan 7 Orang Meninggal

Wabah pertama di Jerman terjadi setelah pekerja Jerman menangani jaringan monyet grivet yang telah terinfeksi virus. 31 orang terjangkit penyakit virus Marburg sebagai akibat dari wabah pertama ini. Tujuh orang meninggal.

3. Gejala Pertama Berupa Sakit Kepala

Gejala pertama penyakit virus Marburg adalah perasaan sakit yang parah dan timbulnya sakit kepala yang serius. Gejala umumnya adalah mengalami nyeri otot, diare, kram, dan muntah.

4. Menyebabkan Lesu

Saat virus bekerja di seluruh tubuh, virus ini menyebabkan orang terlihat seperti memiliki mata yang sayu dan tidak tampak ceria. Mereka juga cenderung menjadi sangat lesu. Dalam beberapa wabah, ruam gatal juga terjadi.

5.  Kematian Karena Pendarahan

Ketika penyakit virus Marburg menyebabkan kematian, biasanya karena pendarahan yang dapat terjadi dari banyak tempat di tubuh. Kebanyakan orang yang meninggal karena penyakit virus Marburg mengalami pendarahan sekitar 8 atau 9 hari setelah gejala dimulai.

6. Menyebar Melalui Kontak Langsung

Virus Marburg menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, dan jaringan orang yang terinfeksi, serta melalui penanganan hewan yang mati atau sakit yang membawa virus.

7. Pembawa Virusnya adalah Monyet dan Kelelawar Buah

Monyet dan kelelawar buah (codot) adalah pembawa virus Marburg yang umum, menyebabkan terjadinya penularan dari hewan ke manusia.

Advertisement

8. Memiliki Dua Strain

Virus Marburg memiliki dua strain yaitu A dan B. Strain Marburg A adalah penyebab wabah Uganda 1967, wabah Kenya pada 1980, dan wabah Angola pada 2004-2005. Strain Marburg B adalah penyebab epidemi Republik Demokratik Kongo 1999-2000 dan wabah terisolasi di Uganda antara 2007 dan 2009.

9. Menghindari Hewan Pembawa Virus

Kurangi risiko tertular virus Marburg dengan membatasi paparan babi di Afrika ke kelelawar buah, yang merupakan pembawa alami. Menghindari gua yang dihuni kelelawar buah juga dapat mengurangi risiko paparan. Setelah seseorang terinfeksi, tindakan pencegahan yang tepat harus diambil untuk menghindari kontak dengan cairan tubuh dan darah mereka.

10.  Pengobatan Berupa Terapi

Pengobatan untuk virus Marburg biasanya mencakup terapi suportif. Ini dapat mencakup rehidrasi oral dan cairan intravena. Tidak ada vaksin atau obat antivirus untuk virus Marburg.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement