AS Kembali Gempur Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Global Kian Memanas
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Seorang lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (24/2/2022). /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Kasus aktif Covid-19 di Sleman dalam sebulan terakhir meningkat cukup signifikan. Saat ini, kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 127 kasus.
Padahal pada 10 Juni lalu, kasus aktif Covid-19 di Sleman tercatat hanya tujuh kasus di mana lima kasus dirawat di rumah sakit dan dua kasus lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Per 12 Juli, Satgas Covid-19 Sleman mencatat sebanyak 34 kasus dirawat di rumah sakit dan 93 menjalani isoman.
BACA JUGA: 3 SMPN di Sleman Diduga Jual-Beli Seragam, Bupati: Mereka Sudah Minta Maaf
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama mengatakan peningkatan kasus sebenarnya diprediksi sejak lama. Namun dia belum bisa memastikan apakah peningkatan kasus terjadi akibat varian baru Omicron B.A4 dan B.A5 atau bukan. "Belum bisa di pastikan [alasan peningkatan kasus], karena sejauh ini belum ada klaster tertentu," katanya, Selasa (12/7/2022).
Di tingkat nasional, lanjut Cahya, diprediksi memang akan ada kenaikan kasus Covid-19 pada akhir Juli dan Agustus mendatang. Kondisi tersebut juga sudah diwaspadai oleh Pemkab Sleman. "Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh hari libur sekolah atau karena mobilitas wisatawan domestik juga," katanya.
Sayangnya, lanjut Cahya, minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi ketiga atau booster hingga kini masih rendah. Padahal, lanjutnya, Dinkes tetap menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 baik di fasilitas layanan kesehatan Puskesmas, rumah sakit maupun di sentra vaksin seperti di Sleman City Hall.
"Tetapi capaian vaksinasi booster masih 38,03 persen. Untuk vaksin dosis pertama 101,2 persen dan dosis kedua 94,1 persen. Selain booster kami juga tetap menyediakan untuk vaksin primer 1 dan 2 bagi warga yang belum divaksinasi Covid-19," katanya.
BACA JUGA: 600 Padukuhan di Sleman Kini Sudah Terpasang Jaringan Internet
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan target vaksinasi booster sebesar 50% dari Pemda DIY pada Juli ini belum tercapai.
Dia berharap, capaian booster meningkat seiring kebijakan pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Satgas Penanggulangan Covid-19 No.21/2022 tentang Ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri.
Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bagi para pelaku perjalanan yang sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga, tidak lagi memerlukan tes antigen atau PCR apabila akan bepergian. Peraturan ini akan mulai diberlakukan pada, Senin 17 Juli 2022 untuk seluruh moda transportasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.