Soroti Kasus Mafia Tanah ATR BPN, Pakar Ingatkan Pengawasan Diskresi
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Kegiatan gowes bersama diikuti para pimpinan PTS di Jogja, Sabtu (23/7/2022). /ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY sepakat untuk memperkuat forum tersebut guna memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi. Aptisi menyatakan ada kenaikan jumlah mahasiswa yang mendaftar di PTS Jogja pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Ketua Aptisi DIY Profesor Fathul Wahid mengatakan salah satu upaya memperkuat forum, organisasinya menggelar gowes bersama dengan para rektor PTS di Jogja. Melalui kegiatan informal justru lebih efektif dalam memperkuat jaringan antar PTS. Melalui pertemuan itu juga diharapkan dapat menuntaskan berbagai persoalan terkait PTS di Jogja.
"Ini inisiatif sederhana semoga bisa mengakrabkan sekaligus memperkuat jaringan. Harapannya kita punya cara yang Jogjawi dalam menyelesaikan berbagai masalah PTS. Ada banyak persoalan yang bisa kita diskusikan lebih berkualitas," katanya kepada wartawan di sela-sela Gowes Jogjaversitas, Sabtu (23/7/2022).
Salah satu persoalan yang dihadapi PTS Jogja di masa pandemi Covid-19 adalah menurunnya jumlah mahasiswa baru. Pada 2021 lalu LLDikti Wilayah V DIY menyatakan ada penurunan sekitar 30% akibat pandemi.
BACA JUGA: Kasus Harian PMK di Sleman Mulai Menurun, Segini Data Totalnya
Terkait jumlah Maba PTS pada tahun ini, Fathul mengatakan sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu meski belum ada data pasti secara kuantitatif. Proses pendaftaran maba juga diupayakan bersama melalui website Jogjaversitas.
"Jumlah pendaftar mahasiswa baru PTS untuk saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Maka kami terus memperkuat forum ini," ujarnya.
Rektor Universitas Widya Mataram Profesor Edy Suandi Hamid sepakat PTS harus bergandengan tangan dalam menghadapi persoalan bersama-sama. Jaringan harus diperkuat melalui kegiatan informal.
"Komunitas tersebut sebenarnya kecil tetapi kemudian terus bertambah. Selain bersilaturahmi juga bertukar pikiran. Sekarang sudah banyak yang bergabung," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Presiden Prabowo berkomitmen membangun ekosistem sepak bola hingga daerah dan menggandeng klub profesional bersama FIFA.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.