Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL -- Kondisi gelombang tinggi di sepanjang pantai Bantul beberapa waktu lalu dinilai tak memengaruhi jumlah kinjungan wisatawan. Adapun penurunan kunjungan wisata terjadi diperkirakan karena masa liburan telah usai.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan gelombang tinggi tak berpengaruh pada jumlah kunjungan. "Enggak berpengaruh [gelombang tinggi], karena itu memang siklus rutin tahunan," ujarnya, Jumat (22/7/2022).
BACA JUGA: Dapat KUR dari Bank BPD DIY, Batik Sekar Arum Kini Eksis dengan Motif Klasik & Pewarna Alam
Namun dia mengakui memang terjadi penurunan kunjungan bila dibanding minggu-minggu sebelumnya, disebabkan sudah memasuki masa sekolah. "Karena masa libur sudah selesai. Sudah turun seperti hari biasa, hari aktif anak sekolah," katanya.
Ia memperkirakan penurunan terjadi sekitar 20%-30% dibandingkan masa libur sekolah lalu. Penurunan sebenarnya mulai terlihat pada akhir pekan 9-10 Juli lalu, yang merupakan akhir dari libur sekokah dan ada pelaksanaan Iduladha bagi umat muslim.
Walau tak memengaruhi aktivitas wisata, ia memastikan petugas di lapangan bersama tim SAR selalu mengingatkan pengunjung agar berhati-hati, mengingat kondisi gelombang tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir. "Sudah diingatkan, SAR yang piket, lewat pengeras, sambil mengingatkan. Agar hati-hati, kemudian lebih banyak memperhatikan gelombang. Yang sering terjadi kan sering tidak memperhatikan gelombang," ujar dia.
Meski demikian ia memastikan kondisi itu tetap aman untuk aktivitas wisata. "Wisata tetap aman, enggak apa-apa, yang penting itu tadi, melihat gelombang saja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
SPPG Jatisarono, Nanggulan, dihentikan sementara usai dugaan keracunan MBG yang menyebabkan sekitar 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami mual dan diare.
idEA menghormati penundaan implementasi PMK 37/2025. Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli siap mengikuti kebijakan terbaru pemerintah.
BRIN mengembangkan sepatu berbahan karet produksi lokal mulai Rp75 ribu untuk mendukung kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat.
Bareskrim Polri menjelaskan Anton Timbang belum ditahan meski berstatus tersangka kasus tambang nikel ilegal. Berkas perkara kini telah P-21.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.