Advertisement

Siswa MTs di Sleman yang Ijazahnya Ditahan Ini Akhirnya Diterima di Sekolah Batam

Anisatul Umah
Rabu, 27 Juli 2022 - 16:47 WIB
Arief Junianto
Siswa MTs di Sleman yang Ijazahnya Ditahan Ini Akhirnya Diterima di Sekolah Batam Ilustrasi ijazah - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN --Salah satu siswa madrasah sanawiyah (MTs) swasta di Sleman yang sempat terancam tidak bisa melanjutkan sekolah tahun ini karena ijazahnya ditahan pihak sekolah akhirnya masih bisa berpeluang sekolah.

Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY, Rifki Taufiqurrahman mengatakan masih ada sekolah yang akhirnya mau menerima siswa tersebut meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah berakhir.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dia mengatakan, pihak sekolah akan segera memberikan surat keterangan lulus (SKL). Siswa tersebut akan melanjutkan sekolahnya di Batam.

BACA JUGA: Raperda Penataan Gudang Mendesak di Sleman

Mengenai teknis penyerahan masih akan dibahas karena orang tua siswa saat ini berada di Batam, Kepulauan Riau, sehingga tidak bisa mengambil ke sekolah.  

"Orang tua siswa mengatakan masih ada sekolah di sana [Batam] yang mau menerima, tinggal menunggu SKL-nya, jadi tetap bisa sekolah," ujarnya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (27/7/2022).

Penahanan ijazah dilakukan sekolah dengan alasan adanya tunggakan biaya sekolah sekitar Rp8 juta. Solusinya, tunggakan tersesbut akan dicicil dengan didasari adanya dengan surat perjanjian.

Dia mengatakan kejadian semacam ini bukan kali ini saja terjadi. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kementerian Agama (Kemenag) menurutnya sudah dilakukan untuk mengingatkan sekolah atau madrasah agar tidak melakukan penahanan ijazah.

Advertisement

"Kebanyakan yang masih melakukan adalah sekolah atau madrasah swasta. Pesan mungkin sudah sampai, ini soal komitmen dan kepatuhan pada peraturan." jelasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Dikmad) Kanwil Kemenag DIY Abdul Suud mengaku sudah berkomunikasi dengan Kemenag Batam soal kejelasan nasib siswa tersebut. Komunikasi itu, kata dia, kini sudah rampung. "Soal komunikasi dengan Kemenag Batam sudah klir," ucapnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Besok Pengumuman UMP 2023, Pengusaha: Gugatan Segera Kami Ajukan!

News
| Minggu, 27 November 2022, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement