Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Aktivitas di SD Negeri Mulusan di Kalurahan Mulusan, Paliyan. Meski sudah berdiri sejak 1985, tapi lahan masih dimiliki oleh perorangan, Kamis (4/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Status tanah di SD Negeri Mulusan di Desa Mulusan, Paliyan, Gunungkidul, masih dimiliki perorangan. Pemkab akan membebaskannya di tahun depan.
Kepala SD Negeri Mulusan, Suranto, mengatakan status lahan di sekolahnya belum beres hingga sekarang. Meski demikian, ia memastikan masalah itu tidak mengganggu proses belajar mengajar. Di sisi lain, ahli waris dari pemilik lahan juga sudah merelakan tanahnya dibeli untuk kepentingan sekolah.
BACA JUGA: Netizen Gemas! Cor-Coran Belum Kering di Malioboro Diinjak-injak Pengunjung
“Semuanya sudah kami serahkan dinas pendidikan untuk proses pembebasannya,” kata Suranto, Kamis (4/8/2022).
Menurut dia, kasus ini sudah berlangsung sejak lama karena sekolah berdiri di 1985, tetapi upaya pembebasan belum rampung. Sejak sekolah berdiri, tidak ada perjanjian sewa menyewa dan pemilik mendapatkan ganti lahan garapan berupa tanah kas kalurahan.
Meski demikian, sambung Suranto, pada 2019 lalu, tanah kas diminta kembali oleh pemerintah desa atau kalurahan. “Memang tidak ada kompensasinya karena tidak ada anggaran. Kami hanya memberi sebatas talih asih yang nominalnya tak seberapa,” ujarnya.
Ia berharap proses pembebasan lahan sekolah bisa segera terselesaikan sehingga ada kejelasan terkait dengan masalah aset. “Kebetulan yang punya sudah meninggal dunia. Ahli warisnya juga tidak mempermasalahkan andai pemkab akan membelinya,” katanya.
Lurah Mulusan, Supodo, mengatakan di akhir 2021 lalu sempat ada pertemuan yang difasilitasi kalurahan untuk mempertemukan ahli waris, Dinas Pendidikan Gunungkidul serta Komisi A DPRD Gunungkidul. Pertemuan diselenggarakan untuk membahas kepastian aset di SD Negeri Mulusan yang masih bersatus tanah perseorangan.
Menurut dia, ahli waris tidak keberatan untuk melepas hak atas kepemilikan tanah di SD tersebut. “Sekarang masih menunggu dan mudah-mudahan bisa terealisasi,” katanya.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Amiruddin, mengatakan status tanah di SD Negeri Mulusan masih milik perorangan. Menurut dia, sudah ada upaya pembebasan dilakukan oleh pemkab untuk kepastian kepemilikian aset sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
BACA JUGA: Kementerian Pendidikan Didesak Beri Efek Jera ke Sekolah Pemaksa Siswi Berjilbab
“Tapi tidak tahun ini karena pembebasan baru masuk program priorias di 2023,” katanya.
Meski demikian, Taufik tidak menjelaskan secara detail terkait dengan rencana pembebasan. Ia mengatakan rencana pembebasan dikaji oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Cinema Day digelar 27 Oktober 2026 dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Simak daftar jaringan peserta dan cara membeli tiketnya.
Empat wakil Indonesia tampil di semifinal French Open 2026. Simak jadwal Rachel/Febi, Ubed, Raymond/Joaquin, dan Leo/Daniel.
Persijap Jepara bermain imbang 1-1 melawan Java United di pekan ketujuh Super League. Gol Juan Douglas menyelamatkan tuan rumah.
Persebaya didenda Rp60 juta akibat penyalaan petasan saat melawan PSS Sleman. Klub menyebut kerugian akibat berbagai insiden mencapai Rp20 miliar.
Layar HP bergerak sendiri saat dicas bisa disebabkan charger, kabel, pelindung layar, atau perangkat lunak. Simak penyebab dan cara mengatasinya.