Advertisement

Kritik Radikalisme di Ranah Pendidikan, Sekelompok Mahasiswa Gelar Aksi di Jogja

Sunartono
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 23:27 WIB
Bhekti Suryani
Kritik Radikalisme di Ranah Pendidikan, Sekelompok Mahasiswa Gelar Aksi di Jogja Sejumlah mahasiswa melakukan aksi damai menolak radikalisme, Jumat (12/8/2022) sore. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Anti Radikalisme (Komar) menggelar aksi damai di kawasan Jalan Monjali, Jogja, Jumat (12/8/2022) sore. Mereka mengkritik adanya radikalisme dan menolak adanya gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. 

Para mahasiswa melakukan orasi dengan meneriakkan sejumlah tuntutan menolak radikalisme dan meminta aparat melakukan pencegahan. Aksi damai menolak radikalisme kerap dilakukan di Jogja. Hal ini merespons potensi penyebaran aliran yang bisa tumbuh subur salah satunya di ranah pendidikan. 

Koordinator Aksi Mustafa mengatakan radikalisme saat ini sudah masuk ke kaum intelektual mulai dari dasar hingga perguruan tinggi. Dengan demikian radikalisme bukan karena kebodohan dan kemiskinan, melainkan akibatnya sempitnya pemahaman. “Oleh karena itu sekecil apapun gerakan yang mengarah kepada radikalisasi harus kita cegah dan antisipasi agar tidak berkembang dan meluas,” kata Mustafa dalam keterangannya Jumat. 

Ia menilai jika radikalisme tidak dicegah ke depan dikhawatirkan dalam mempengaruhi kemajuan dan daya saing bangsa karen sempitnya pengetahuan. “Kami mendesak seluruh elemen dapat meningkatan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap berbagai aktivitas yang dapat merongrong kekokohan Pancasila dan keutuhan NKRI,” ujarnya. 

Strategisnya Pancasila dalam menopang kokohnya NKRI, lanjutnya, sehingga kerap muncul berbagai upaya pihak luar untuk menggoyahkan keutuhan dengan mengganti ideologi lain. Hal ini menurutnya perlu menjadi fokus perhatian bersama karena berbangsa dan bernegara tidak cukup dengan mengibarkan bendera merah putih semata. Melainkan harus mampu membentuk generasi penerus bangsa yang selalu menjunjung tinggi nilai Pancasila.  

BACA JUGA: Mahfud Sebut Ferdy Sambo Menangis di Depan Kompolnas dan Mengaku Dizalimi

“Kita perlu meningkatkan kesadaran untuk senantiasa melestarikan ideologi Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan pemersatu melalui implementasi sesuai dengan budaya dan tradisi,” ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Arkeolog Temukan Gigi Berusia 1,8 Juta Tahun di Georgia

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement