Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi polisi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL-Untuk menciptakan situasi arus lalu lintas yang aman dan lancar, Polsek Sewon, Bantul setiap pagi menggelar pos pagi, yakni penempatan sejumlah petugas di titik-titik yang dinilai rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, menjelaskan para petugas yang ditempatkan di pos pagi bertugas mengatur lalu lintas. “Bertujuan untuk terciptanya kelancaran lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Minggu (14/8/2022).
Menurutnya, kehadiran Polisi turun ke jalan sangat membantu para pengguna jalan saat memulai aktivitasnya di pagi hari. Selain mengatur lalu lintas, petugas juga membantu menyebrangkan anak-anak sekolah atau pejalan kaki lain yang memerlukan bantuan.
”Kami juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap berhati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas, serta melengkapi diri dengan kelengkapan yang sebagaimana diatur dalam aturan berkendaraan di jalan raya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.
UAD menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada mahasiswa ACR terkait kasus kekerasan seksual saat KKN berdasarkan rekomendasi Satgas PPKPT.
Workshop P4GN di Kelurahan Gowongan mengajak warga mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba agar penanganan dan pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.