Advertisement

Harian Jogja

Air Hujan di Jogja Tercemar Mikroplastik, Begini Respons Pemda DIY

Sunartono
Senin, 15 Agustus 2022 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
Air Hujan di Jogja Tercemar Mikroplastik, Begini Respons Pemda DIY Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. - Harian Jogja/Desy Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyatakan belum pernah melakukan pengujian terhadap kualitas air hujan di DIY. Selama ini pengujian hanya dilakukan pada indeks kualitas air (IKA) dan indeks kualitas udara (IKU) yang keduanya hasilnya tidak sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji menilai penelitian Laboratorium Ekologi UAD menarik untuk ditindaklanjuti, mengingat jawatannya selama ini belum pernah melakukan pengujian serupa sehingga tidak memiliki data tersebut. Oleh karena itu ia berencana menindaklanjuti hasil penelitian tersebut, termasuk melakukan komunikasi dengan para peneliti serta melihat metodologinya. Termasuk dampak yang ditimbulkan ketika mikroplastik itu mencemari air juga perlu diketahui. 

Advertisement

BACA JUGA:  TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023

“Menurut kami ini penelitian menarik, tetapi kami perlu melihat sampelnya seperti apa, mikroplastik itu sebenarnya apa, kami upayakan bisa komunikasi dengan penelitinya. Karena kami belum pernah melakukan itu. Siapa tahu hasil penelitian tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk pengambilan kebijakan,” katanya, Senin (15/8/2022). 

BACA JUGA: 7 Wilayah di Gunungkidul Ini Jadi Kantong Kemiskinan

Sebelumnya peneliti UAD Inggita Utami menyarankan ke Pemda DIY atau yang menangani masalah pencemaran lingkungan sudah seharusnya merumuskan kebijakan dari hasil temuan mikroplastik di wilayah DIY. Karena hingga saat ini, mikroplastik belum menjadi parameter yang perlu diukur dalam baku mutu lingkungan. Padahal, mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan hingga bersifat karsinogenik. 

Ia menyatakan industri harus makin selektif memilih teknologi pembuangan limbah dan residu sisa produksi agar tidak mencemari lingkungan. Sampah plastik yang terus menumpuk di tempat-tempat pembuangan menjadi sumber utama pencemaran mikroplastik di kemudian hari. “Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam menekan produksi sampah plastik dengan terus melakukan 3R [reuse, reduce, dan recycle],’ ucapnya.

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Pariwisata Bantul Harus Terus Berbenah

Pariwisata Bantul Harus Terus Berbenah

Jogjapolitan | 8 hours ago

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Baca Koran harianjogja.com

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mahfud Temukan Ada Dugaan Pencucian Uang Rp189 Triliun di Bea Cukai

News
| Kamis, 30 Maret 2023, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Deretan Negara di Eropa yang Bisa Dikunjungi Bagi Pelancong Berduit Cekak

Wisata
| Selasa, 28 Maret 2023, 05:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement