Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Salah satu penampilan atraksi seni warisan budaya tak benda di Lapangan Trirenggo, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Minggu (28/8/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul menggelar atraksi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) di lapangan Trirenggo, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (27-28/8/2022) tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat.
Ketujuh warisan budaya tak beda yang ditampikan, yakni Seni Radat Manunggal dari Kalurahan Rintisan Budaya Wukirsari, Kapanewon Imogiri; Tari Kolosan Diponegoro Arya Selarong dari Kalurahan Rintisan Budaya Guwosari, Kapanewon Pajangan; Reog Galih Jatisari dari Kalurahan Budaya Jatimulyo, Kapanewon Dlingo.
BACA JUGA: Resmi! Honor Pengawas Pemilu 2024 Naik, Segini Nilainya
Kemudian Jatilan Beksa Wiratama dari Kalurahan Rintisan Budaya Timbulharjo, Kapanewon Sewon; Gejog Lesung Laras Budaya dari Kalurahan Rintisan Budaya Gadingsari, Kapanewon Sanden; Jatilan Trunggo Mudo Setyo Manunggal dari Kalurahan Rintisan Budaya Baturetno, Kapanewon Banguntapan; dan Dadung Awuk Tri Mudo Budaya dari Kalurahan Rintisan Budaya Tamantirto, Kapanewon Sewon.
Kepala Bidang Warisan Budaya Tak Benda, Dinas Kebudayaan Bantul, Risman Supandi mengatakan penampilan tujuh atraksi warisan budaya tak benda tersebut untuk mengenalkan kepada masyarakat bawa setiap kelurahan memiliki ciri khas seni warisan budaya tak benda. “Kegiatan ini juga sekaligus mangayubagya satu dasawarsa Keistimewaan DIY,” katanya, Minggu (28/8/2022).
Dia berharap dengan ditampilkannya seni melalui atraki warisan budaya tak benda agar tetap dipertahankan, agar masyarakat betul-betul mempertahankan budayaannya atau kebudayaan jawa karena dengan mencintai budaya Jawa khususnya di Bantul akan dapat meningkatkan rasa handarbeni atau rasa memiliki.
Selain itu juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan menjadi benteng dari pengaruh negatif budaya dari luar Indonesia, “Dengan budaya kita membangun untuk wujudkan masyarakat madani yang berdemokrasi, berdasarkan Pancasila. Pondasi utama adalah budaya karena budaya landasan biar tidak kehilangan jati diri,” ucap Risman.
Risman menambahkan ketujuh Desa Rintisan Budaya diharapkan dapat naik kelas menjadi desa budaya atau desa mandiri budaya. Pihaknya akan terus mendampingi setiap kalurahan untuk tetap eksis mempertahankan kesenian warisan budaya tak benda di masing-masing kalurahan.
Lebih lanjut Risman mengatakan dengan adanya atraksi seni warisan budaya tak benda juga dapat menjadi hiburan bagi masyarakat. Atraksi tersebut dapat menyedot banyak masyarakat untuk menyaksikan dari jarak dekat.
Yati, salah satu warga Duwun Bogoran, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, sengaja datang bersama anaknya untuk menyaksikan atraksi budaya tersebut, “Buat hiburan aja, baru tahu kalau ada atraksi budaya di Lapangan Trirenggo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.
Polisi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, bukan berasal dari bom. Dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
BP BUMN dan Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan target penyelesaian pada pertengahan 2028.
Harga cabai merah besar dan rawit hijau di Sleman naik pada pekan kedua Oktober 2026. Harga rawit merah justru turun.
Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Tugu Muda dimeriahkan fragmentasi teater, lagu perjuangan, pembacaan sejarah, dan kembang api.