Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga telur dari peternak di Kabupaten Sleman mulai mengalami penurunan harga ke posisi Rp24.700 sampai Rp25.100 per kg, dari harga tertinggi sebelumnya Rp27.500 per kg.
Salah satu peternak di Kapanewon Ngaglik, Cahyaditya Pratama Putra mengatakan kenaikan harga telur belakangan ini murni karena dampak pencairan Program Keluarga Harapan (PKH). Harga normal dari peternak menurutnya sekitar Rp23.000 - Rp25.000 per kg.
"Kenaikan harga yang dalam beberapa minggu ini disebabkan karena tingginya permintaan akibat adanya PKH," ucapnya saat dihubungi, Kamis (1/9/2022).
Dia menjelaskan peningkatan permintaan dari pedagang yang mendapatkan jatah PKH sekitar 50%-100%. Tingginya permintaan inilah yang menjadikan harga telur naik.
Menurutnya jika kenaikan harga telur karena pakan, mestinya naik perlahan, tidak signifikan. Kenaikan akan terjadi pelan-pelan menyesuaikan dengan harga pokok produksi (HPP).
Baca juga: Harga BBM 1 September 2022: Pertalite Tak Jadi Naik, Malah Ada Diskon nih
Peternak berharap penurunan harga telur ini tidak drastis. "Semoga turunnya tidak terjun bebas. Bakul [pedagang] yang dapat jatah PKH naiknya sekitar 50%-100% [permintaan]," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan harga telur di konsumen hingga Rp30.000 per kg juga dipengaruhi oleh rantai distribusi telur, dari peternak hingga ke tangan konsumen.
Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Budiharjo mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman telah melakukan inspeksi pasar, ke produsen, distributor, dan pedagang pasar.
Kenaikan Permintaan
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh kenaikan permintaan konsumen sebesar 20% dampak dari pencairan PKH. Dia menjelaskan kenaikan permintaan konsumen terjadi saat pemenuhan kuantitas telur di pasaran baru mencapai 40%.
"Setelah peternak menurunkan populasi peternak ayam beberapa waktu lalu akibat harga telur mengalami penurunan signifikan hingga di bawah break even point (BEP)," tuturnya.
Saat ini ketersediaan telur di Sleman mencukupi untuk kebutuhan masyarakat karena kebutuhan dipasok dari berbagai daerah seperti Boyolali dan Jawa Timur.
"Kenaikan harga terjadi sejak di harga produsen yang murni disebabkan karena adanya kenaikan permintaan telur," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya