Tingkat Pengangguran Sarjana DIY Capai 3,94%, Disnakertrans Ungkap Penyebabnya
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga telur dari peternak di Kabupaten Sleman mulai mengalami penurunan harga ke posisi Rp24.700 sampai Rp25.100 per kg, dari harga tertinggi sebelumnya Rp27.500 per kg.
Salah satu peternak di Kapanewon Ngaglik, Cahyaditya Pratama Putra mengatakan kenaikan harga telur belakangan ini murni karena dampak pencairan Program Keluarga Harapan (PKH). Harga normal dari peternak menurutnya sekitar Rp23.000 - Rp25.000 per kg.
"Kenaikan harga yang dalam beberapa minggu ini disebabkan karena tingginya permintaan akibat adanya PKH," ucapnya saat dihubungi, Kamis (1/9/2022).
Dia menjelaskan peningkatan permintaan dari pedagang yang mendapatkan jatah PKH sekitar 50%-100%. Tingginya permintaan inilah yang menjadikan harga telur naik.
Menurutnya jika kenaikan harga telur karena pakan, mestinya naik perlahan, tidak signifikan. Kenaikan akan terjadi pelan-pelan menyesuaikan dengan harga pokok produksi (HPP).
Baca juga: Harga BBM 1 September 2022: Pertalite Tak Jadi Naik, Malah Ada Diskon nih
Peternak berharap penurunan harga telur ini tidak drastis. "Semoga turunnya tidak terjun bebas. Bakul [pedagang] yang dapat jatah PKH naiknya sekitar 50%-100% [permintaan]," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan harga telur di konsumen hingga Rp30.000 per kg juga dipengaruhi oleh rantai distribusi telur, dari peternak hingga ke tangan konsumen.
Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Budiharjo mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman telah melakukan inspeksi pasar, ke produsen, distributor, dan pedagang pasar.
Kenaikan Permintaan
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh kenaikan permintaan konsumen sebesar 20% dampak dari pencairan PKH. Dia menjelaskan kenaikan permintaan konsumen terjadi saat pemenuhan kuantitas telur di pasaran baru mencapai 40%.
"Setelah peternak menurunkan populasi peternak ayam beberapa waktu lalu akibat harga telur mengalami penurunan signifikan hingga di bawah break even point (BEP)," tuturnya.
Saat ini ketersediaan telur di Sleman mencukupi untuk kebutuhan masyarakat karena kebutuhan dipasok dari berbagai daerah seperti Boyolali dan Jawa Timur.
"Kenaikan harga terjadi sejak di harga produsen yang murni disebabkan karena adanya kenaikan permintaan telur," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Malaysia mengerahkan 1 pesawat, 3 helikopter, dan 52 anggota pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.