Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Tim Puslabfor Polda Jateng melakukan olah TKP di rumah bekas keluarga Subono warga Padukuhan Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (3/9/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Sub Direktorat Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Tengah bersama Polres Sleman dan jajaran Polsek Bulaksumur menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan tiga orang di kawasan Bulaksumur, Jumat (2/9/2022) dini hari.
Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik (Fiskomfor) Labfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma Rahmad, menuturkan kepolisian telah mengambil sejumlah barang bukti saat memeriksa TKP. Selain memeriksa instalasi listrik di rumah tersebut, kepolisian juga membawa abu arang sisa kayu yang terbakar.
BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Sleman Tewaskan 3 Orang, Begini Pengakuan Anak Korban
"Beberapa sampel barang bukti yang kami bawa berasal dari ruang tamu dan lorong menuju tangga," katanya setelah melakukan olah TKP.
Dia menambahkan potensi permasalahan dari instalasi listrik di rumah tersebut diteliti oleh Tim Labfor, apakah terkait dengan sambungan kabel yang bermasalah atau beban tegangan listrik yang berlebih.
"Kami akan cek tegangan listrik yang digunakan, apakah ada kelebihan beban atau tidak," ujarnya.
Kepolisian menduga titik awal api berasal dari ruang tamu yang berdekatan dengan dak listrik dan stop kontak.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini korsleting listrik. Kami juga membawa abu sisa kebakaran untuk mengecek ada tidaknya unsur benda atau zat yang mudah terbakar," katanya.
Totok memperkirakan hasil pemeriksaan baru dapat diketahui antara satu dan dua hari ke depan. Namun jika Polres Sleman meminta hasil pemeriksaan tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP), hasilnya akan disampaikan dalam waktu satu pekan.
Totok menepis dugaan adanya unsur kesengajaan kebakaran tersebut. Ia meminta agar publik menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor. "Tunggu saja hasil pemeriksaan," tegasnya.
Kapolres Sleman AKBP Imam Rifa'i menyatakan keterlibatan Puslabfor dalam pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran dan awal mula titik api. Kepolisian akan memastikan apakah peristiwa tersebut memiliki unsur pidana atau tidak.
"Oleh karenanya, hasil penelitian Puslabror ini penting untuk memastikan proses selanjutnya," kata Kapolres.
Peristiwa tragis terjadi di Padukuhan Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Jumat (2/9/2022) dini hari. Kebakaran yang menimpa rumah keluarga Subono menyebabkan tiga korban jiwa dan tiga rumah hangus terbakar. Selain Subono, anak dan cucunya, Rani Istiyani dan Mora Putri Ayu Sasmita, yang berusia enam tahun meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.
Rencana regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran ditolak warga. Disdikpora Kulonprogo akan meninjau ulang kebijakan tersebut.
GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta berharap aksi solidaritas tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik dari sektor swasta maupun masyarakat luas