RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Bendera partai politik. /Solopos-Maulana Surya
Harianjogja.com, KULONPROGO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo menerima aduan pencatutan nama dan dugaan pelanggaran verifikasi administrasi pada klarifikasi keanggotaan ganda partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024. Untuk pencatutan nama, beberapa nama yang dicatut keberatan dirinya dicatut namanya dalam suatu parpol.
Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Kulonprogo, Panggih Widodo menerangkan hingga saat ini ada empat aduan pencatutan nama untuk keanggotaan parpol dari masyarakat. Beberapa di antaranya keberatan namanya dicatut oleh parpol tertentu
"Ada empat orang [mengadu]. Jadi melalui tautan Bawaslu kemudian melaui surel lalu melalui Instagram juga ada. Ada empat orang dan sudah ditangani, data itu kemudian kami sampaikan kepada yang mengadu untuk mengisi form dari KPU," kata dia, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA: Empat Hari Digelar, FKY Kulonprogo Diserbu Warga
Keempat aduan pencatutan nama tersebut, kata dia, saat ini telah ditangani dan sudah diproses oleh KPU. Klarifikasi pun juga telah dilakukan terkait dengan kasus ini "Hasil klarifikasi, semuanya merasa tidak menjadi anggota partai itu. Sudah tangani KPU, jadi ada empat yang mengadu ke Bawaslu sampai saat ini," ucap dia.
"Adanya keberatan saja. Yang dua itu saya baca di aduannya dia keberatan dicatut namanya untuk partai politik," kata dia.
Ketua Bawaslu Kulonprogo, Ria Harlinawati menuturkan adanya dugaan pelanggaran administrasi saat klarifikasi anggota ganda. Dia menjelaskan, bila seseorang tidak hadir dalam klarifikasi terkait keanggotaan ganda, maka orang tersebut dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Namun, pada klarifikasi lalu, ada tiga orang yang tidak hadir namun diklarifikasi via video call.
"Ini yang kemarin dugaan pelanggaran itu, klarifikasi itu kan kalau di PKPU harusnya langsung dilakukan di kantor KPU. Tapi kemarin dilakukan melalui video call," ucap dia.
Menemui dugaan pelanggaran tersebut, Bawaslu lantas memberikan imbauan dan saran perbaikan. Namun KPU Kulonprogo menjelaskan tidak bisa memberikan hasil verifikasi administrasi tiga orang tadi lantaran perihal kewenangan. Kewenangan memberikan hasil administrasi ada di KPU.
"Ini yang tidak bisa kami tindak lanjuti karena memang secara bukti belum lengkap. Secara syarat formal dan materiel itu belum bisa kami masukkan jadi temuan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.