Keraton Yogyakarta Buka Suara soal Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Suasana Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, dr. Emma Rusmayani di UGM, Sleman, Selasa (20/9/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN—Glaukoma menjadi salah satu penyebab kebutaan paling tinggi di dunia. Untuk mendeteksi glaukoma cukup sulit, karena 80-90% tidak bergejala, sehingga kerap disebut sebagai pencuri penglihatan. Tidak adanya gejala, membuat glaukoma rata-rata baru terdeteksi saat kerusakannya sudah lebih dari 50%.
Berangkat dari kondisi ini, spesialis mata dari JEC Eye Hospital and Clinics, Emma Rusmayani melakukan penelitian untuk memberikan alternatif deteksi dini glaukoma melalui penanda biologis Ischemia Modified Albumin (IMA).
Penelitian berjudul 'Tinjauan Kadar Ischemia-Modified Albumin, Tumor Necrosis Factor Alfa, dan Malondialdehyde Pada Humor Akuos dan Serum Darah Sebagai Penanda Iskemia Lokal dan Sistemik Pada Glaukoma Primer' mengantarkannya meraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan di Gedung Pascasarjana, Selasa (20/9/2022), dia menyampaikan, melalui temuannya deteksi dini bisa dilakukan dengan metode sederhana dan ongkos yang relatif lebih terjangkau.
BACA JUGA: SAPDA DIY Minta Pelaku Pencabulan Anak Difabel Dihukum Berat
"Sebenarnya secara garis besar biayanya kurang dari Rp500 ribu. Saat ini dengan alat-alat yang jauh lebih canggih pemeriksaan relatif lebih sederhana dan terjangkau," ucapnya.
Dia mengatakan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi penderita glaukoma atau orang dengan faktor risiko untuk mendapatkan deteksi lebih dini penyakitnya. Sampel yang diambil bukan melalui darah, tetapi mengambil cairan humor akuos di dalam mata.
"Di dalam cairan tersebut apabila terlihat hasil IMA yang tinggi, dapat disimpulkan sudah terjadi proses iskemia dan penipisan RNFL yang merupakan alarming sign dari pasien glaukoma," jelasnya.
Menurutnya, jika glaukoma diketahui lebih dini bisa dilakukan intervensi kepada pasien. Sehingga bisa membatasi hilangnya luas penglihatan. "Seperti diketahui glaukoma ini akan berakhir pada kebutaan yang bersifat permanen. Kalau bisa dideteksi lebih dini tentu bisa mencegah pasien dari kebutaan," ungkapnya.
BACA JUGA: Peduli Sekitar, UGM Luncurkan Kibar
Lebih lanjut dia mengatakan, penderita glaukoma di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Pasien glaukoma yang kerap ditemui di poliklinik biasanya sudah kondisinya sudah sangat lanjut.
"Harapannya prosedur IMA bisa dilakukan pada semua dokter mata di Indonesia sebagai bagian dari praktik sehari-hari sehingga bisa lebih banyak deteksi glaukoma lebih dini lagi," jelasnya.
Salah satu Tim Pembimbing, Muhammad Bayu Sasongko berharap agar penelitian ini bisa berkembang di tahun-tahun mendatang. Ia optimis hasil penelitian ini akan berkembang dalam 5-10 tahun ke depan. "Ini menjadi awal dan mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.