Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Anggota SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY di Pantai Baron terus mengimbau kepada pengunjung untuk mewaspadai potensi bahaya saat bermain di kawasan pantai. Salah satunya ancaman rip current atau arus balik air laut yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Surisdiyanto mengatakan, keberdaaan rip current hampir ada di semua pantai, khsususnya di wilayah 2, mulai Poktunggal hingga Gesing. Arus balik ini terkonsentrasi pada sebuah jalur sempit yang memecah zona empasan gelombang hingga melewatu batas zona gelombang pecah.
“Berhubung pantai di Gunungkidul didominasi batu karang, maka lokasi tetap. Meski demikian, tetap menyimpan bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan laut karena terseret arus,” kata Suris kepada wartawan, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA: Muncul Wacana Honorer Batal Dihapus, Begini Respons Pemkab Gunungkidul
Dia mencontohkan, peristiwa yang menewaskan Guru Besar UGM Prof. Samekto di Pantai Indrayanti, Sabtu (24/9/2022) lalu. Ketika itu, korban setelah terseret gelombang langsung masuk rip current. “Jadi arus ini sangat berbahaya sehingga harus diwaspadai. Sudah banyak peristiwa karena kecelakaan karena fenomena tersebut,” katanya.
Suris berharap pengunjung mematuhi imbauan petugas SAR baik secara langsung melalui pengeras suara, maupun petugas yang berkeliling. “Selain itu ada juga rambu yang sudah dipasang, itu sebagai pengingat kepada pengunjung harus tetap dipatuhi,” katanya.
Menurut dia, potensi bahaya tidak hanya arus balik air laut, tetapi ancaman gelombang tinggi harus tetap diwaspadai. Imbauan yang dibuat tidak asal karena mengacu pada prakiraan dari BMKG. "Jadi, mari bersama-sama menjaga agar semua selamat,” katanya.
Senada, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Marjono juga meminta wisatawan tidak mengabaikan peringatan dari petugas SAR karena untuk keselamatan. “Boleh bermain air tetapi tetap waspada,” kata dia.
Marjono menambahkan sudah sering kali mengingatkan, tetapi banyak pengunjung yang tak menghiraukannya. “Saat diingatkan malah ada yang jawab, kami ke pantai mau bermain air mosok tidak boleh,” katanya.
Meski demikian, Marjono memastikan tetap berupaya mengingatkan agar pengunjung tidak bermain di area yang berbahaya. “Akan terus kami ingatkan, meski kadang tidak dihiraukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jorge Messi, ayah Lionel Messi, meninggal dunia di usia 68 tahun setelah lama menjalani perawatan medis di Rosario, Argentina.
CdM Indonesia Todotua Pasaribu telah mengecek 18 dari 35 cabor yang diproyeksikan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Veda Ega Pratama akan start dari posisi ke-16 Moto3 GP Inggris 2026 setelah mencatat waktu 2:10,910 detik di Q2.
Penembakan terjadi di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya. Dua warga terluka dan kini dirawat di RSUD Wamena.
Kemenhut mengevaluasi pembagian manfaat program FCPF-CF senilai US$110 juta agar lebih transparan dan dapat diakses masyarakat.