Advertisement

BKKBN Libatkan Penyuluh Agama, Da'i, dan Da'iyah Percepat Penurunan Stunting

Media Digital
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:07 WIB
Budi Cahyana
BKKBN Libatkan Penyuluh Agama, Da'i, dan Da'iyah Percepat Penurunan Stunting Penyerahan secara simbolis paket pengetahuan tentang stunting oleh Wapres kepada perwakilan penyuluh agama, Kamis (6/10/2022) di Jakarta. - Istimewa

Advertisement

JOGJA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melibatkan peran penyuluh agama, da'i, dan da'iyah untuk mempercepat proses penurunan angka stunting di Indonesia. Kerja sama itu dilakukan di Jakarta dalam acara Halaqoh Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da'i dan Da'iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (6/10/2022). 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan satu windu ke depan Indonesia akan menghadapi bonus demografi ketika penduduk usia produktif berjumlah dua kali lipat dari penduduk anak-anak dan lansia. Namun, di tengah peluang itu, Indonesia masih dibayangi dengan tantangan angka stunting yang masih cukup signifikan. Berdasarkan studi status gizi Indonesia padq 2021 1 dari 4 balita Indonesia mengalami stunting

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Ini berpotensi mendatangkan dampak berlipat, karena menganggu perkembangan otak anak sampai mengancam produktivitas ketika dewasa. Artinya ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga problem kemanusiaan bahkan bisa menghambat perekonomian dan masa depan pembangunan negara," kata Wapres. 

Pemerintah menurutnya secara agresif telah melaksanakan berbagai upaya dan program untuk mempercepat proses penurunan stunting sesuai dengan target yakni berada di angka 14 persen pada 2024 mendatang. "Tentu dibutuhkan kerja cepat dan cerdas serta kolaborasi semua pihak, termasuk partisipasi aktif dari penyuluh agama da'i dan da'iyah dalam proses mencapai target ini," ungkapnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan pemerintah punya waktu kurang 2,5 tahun sampai akhir 2024 untuk mencapai target stunting di angka 14 persen. Tantangan ini menurutnya perlu upaya optimal antar pihak karena stunting di Indonesia saat ini berada di angka 24,4 persen sementara standar WHO berada di angka maksimal 20 persen. 

"Kami telah melakukan berbagai program, juga termasuk MoU bimbingan perkawinan calon pengantin yang dilaksanakan 3 bulan sebelum nikah, juga melalui halaqoh nasional ini mudah-mudahan percepatan penurunan stunting dengan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat akan lebih cepat tercapai," ujarnya. 

Hasto menerangkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak karena kurangnya asupan gizi dan juga kurang sehat karena penyakit infeksi berulang serta pola asuh yang tidak optimal terutama sejak seribu hari kehidupan pertama saat pertemuan sel telur dan sperma sampai dua tahun pertumbuhan. Dampaknya perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, juga kecerdasan yang kurang. 

"Kondisi ini jadi tantangan karena kita menghadapi bonus demografi dimana usia produktif harus benar-benar berkualitas. Bonus demografi hanya 2030 sampai 2040 jika tidak dimanfaatkan dengan generasi yang unggul kita tidak bisa mentranformssikan bonus demografi jadi bonus kesejahteraan," jelasnya. 

Advertisement

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan upaya para penyuluh agama, da'i, dan da'iyah dalam menekan angka stunting juga merupakan wujud pelaksanaan perintah agama yang menyebutkan agar manusia tidak mewariskan generasi yang lemah melainkan sebaliknya mesti menghasilkan generasi yang unggul. Oleh karena itu kegiatan ini sejalan pula dengan program kerja kementerian karena Menag yakin bahwa penurunan stunting jadi upaya yang diperlukan bagi kelangsungan bangsa dan negara di masa yang akan datang. 

"Kami akan terus memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat bersama da'i dan da'iyah. Kami juga akan terus meningkatkan kualitas bimbingan masyarakat. Selain para da'i dan da'iyah yang diberi penguatan, petugas KUA juga perlu dikuatkan karena di KUA ada fungsi bimbingan perkawinan agar ada pembekalan kepada petugas kami terkait dengan penurunan stunting kepada calon pengantin," pungkasnya. (***)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkes Buka Lowongan 88.370 PPPK Tenaga Kesehatan

News
| Minggu, 27 November 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement