Advertisement

Dishub DIY Minta Peran Aktif Masyarakat Laporkan Pencurian APJ

Media Digital
Selasa, 11 Oktober 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
Dishub DIY Minta Peran Aktif Masyarakat Laporkan Pencurian APJ Seorang petugas dari Dinas Perhubungan DIY tengah melakukan perbaikan penerangan jalan di Jogja, beberapa waktu lalu. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) DIY terus berupaya melakukan pemasangan lampu penerangan jalan di ruas-ruas jalan milik provinsi se-DIY. Namun, di satu sisi sejumlah kasus pencurian Alat Penerangan Jalan (APJ) juga tak terhindarkan. Maka itu, Dishub DIY meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui ada kegiatan mencurigakan di area instalasi jaringan APJ.

"Karena itu kami menghimbau masyarakat, itu kan berasal dari dananya masyarakat (APBD) kira-kira ada yang otak-atik orang yang tidak resmi maka segera laporkan ke kami. Intinya itu, karena ini asset milik bersama, kita jaga bersama," terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Rizki Budi Utomo, Senin (10/10/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Menurut Rizki, tidak sedikit APJ milik Dishub DIY yang dicuri. Biasanya pencuri menyasar komponen baterai yang menempel di tiang atas. "Alat penerangan jalan yang menggunakan solarcell sehingga ada batere di situ. Di setiap tiang tertempel sticker call center, jadi masyarakat bisa menghubungi, melaporkan kepada kami," ucapnya.

Rizki mengatakan untuk mengambil batere APJ sebenarnya cukup sulit karena harus naik keatas, namun masih saja kecolongan. Kasus pencurian ini biasanya terjadi di jalur persawahan yang lengang. Terakhir pada 17 April 2022 terjadi di wilayah Nanggulan dan Kalibawang Kulonprogo dengan total kerugian Rp1.054.000 (provinsi), Rp3.670.000, (kabupaten Kulonprogo) dan kerugian dari pihak PLN.

BACA JUGA: Guru Tewas Diduga Dipukul Kakak Kandung, Pelakunya Pernah Dirawat di RS Ghrasia

Sebelumnya, pada 2021 kasus pencurian lebih banyak, seperti di Sleman, Bantul dan Kulonprogo. Selain baterai, pencuri juga menyasar perlengkapan Apill yang berisi controller utama, controller bantu, RF modem dan box serta tiang. Kerugian ditaksir hingga ratusan juta.

Di 2019, juga terjadi tindak pidana pencurian Accu Solarcell Apill di Bantul dan Kulonprogo dengan total kerugian Rp10,5 juta. "Setiap pencurian kami laporkan ke pihak kepolisian. Kemarin yang sudah disidangkan dan sudah ada putusan hukum itu adalah kasus pencurian tiang. Jadi, mereka dalam satu hari dongkel satu tiang, berikutnya lagi dongkel satu lagi. Jadi nggak langsung. Itu sudah tertangkap," terang Rizki.

Advertisement

Rizki mengungkapkan komponen baterai APJ sebenarnya sudah diletakkan di atas dan tidak hanya digembok tapi sampai dilakukan pengelasan. "Tapi tetap saja bisa didongkel. Artinya dia punya peralatan yang bisa membongkar itu," katanya.

Rizki mengatakan sebagai upaya meningkatkan keamanan APJ, maka ke depan posisi baterai akan diletakkan menempel dengan lampu, tidak lagi di tiang. "Ini akan lebih susah. Namun memang kalau kami lakukan pergantian juga susah harus naik," katanya.

Dalam tahun ini program pengadaan APJ tenaga listri tetap berjalan, karena masih ada sejumlah jalur yang masih minim penerangan. Dishub DIY sendiri tidak memilih menggunakan tenaga surya karena anggaranya justru lebih mahal. "Tenaga surya karena pengadaan pertamanya mahal. karena baterenya maksimal dua tahun harus ganti," tuturnya.

Advertisement

BACA JUGA: Menangkal Hoaks Politik, Menggalang Kerja Kolaboratif

Rizki mengharapkan kontruksi APJ ke depan diarahkan ke smart APJ. Namun, mengingat keterbatasan anggaran maka kemungkinan baru bisa terlaksana paling cepat 2025. "Kalau smart itu lebih akurat, ada notif. Artinya kalau ada yang putus maka dia akan memberikan kode, tidak harus CCTV. Inginnya mengarah smart street lighting system. Jadi lampu jalan yang pintar, yang artinya dia mati, dia putus ngasih tahu ke kami," harapnya.

Melalui smart street lighting system maka deteksi segala bentuk gangguan lebih cepat diketahui oleh petugas. "Kalau sekarang itukan kita harus menunggu laporan dari masyarakat. Sehari juga kita tidak mungkin berkeliling muter jalur-jalur se-DIY, nggak mungkin tho. Sehari itu teknisi hanya muter kemana yang terdapat kerusakan," jelasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dituding Halangi Peneliti Asing Lakukan Riset, Begini Dalih KLHK

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement