Advertisement

Pemkab Sleman Siapkan Rp14,3 Miliar untuk Bantu Difabel dan Lansia

Anisatul Umah
Kamis, 13 Oktober 2022 - 16:07 WIB
Arief Junianto
Pemkab Sleman Siapkan Rp14,3 Miliar untuk Bantu Difabel dan Lansia Bupati Sleman memberikan bantuan kepada disabilitas di Mangunan Caturharjo, Sleman. - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah kabupaten (Pemkab) menganggarkan Rp14,3 miliar untuk program Layanan Sambang Warga (Lasamba) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan anggaran awalnya Rp11,8 miliar ditambah anggaran perubahan Rp2,5 miliar.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Bantuan melalui program ini dia sebut ditujukan untuk disabilitas dan lansia. Kerja sama dilakukan dengan kalurahan untuk mengetahui siapa saja warganya yang sakit dan membutuhkan bantuan.

Salah satu penerima bantuan dari program Lasamba adalah Andika Noviyanto,31, warga Mangunan Caturharjo, Sleman. Bupati Kustini memberikan langsung bantuan alat terapi kepadanya, hari ini, Kamis (13/10/2022).

BACA JUGA: Dukung Ketahanan Kesehatan Nasional, Kalbe Produksi Insulin Dalam Negeri

Andi, sapaannya, dulunya bukan seorang difabel, tetapi akibat kecelakaan lalu lintas yang ia alami 2010 lalu, dia pun menjadi disabilitas netra dan tuli.

"Lasamba ini untuk difabel dan lansia. Mas Andi ini kan jatuh lalu operasi dan enggak bisa apa-apa. Lasamba ini program dari Pemkab Sleman lewat Dinas Sosial untuk menyambangi masyarakat yang membutuhkan," ucapnya ditemui selepas memberikan bantuan.

Andi menjadi salah satu dari 20 peserta pelatihan pijat refleksi yang menerima bantuan. Peserta pelatihan pijat refleksi ini dilakukan setiap tahunnya. Di tahun depan, diperkirakan pesertanya bakal meningkat.

Advertisement

"Uang ini [Rp14,3 miliar] kami kembalikan ke masyarakat lagi, kebutuhannya apa. Selain dari pusat ada seperti PKH, kami ini program sendiri Lasamba," lanjutnya.

Kepala Dukuh Mangunan, Kuswiranto mengatakan sehari-hari Andi bekerja sebagai tukang pijat. Pelanggannya yang datang langsung ke rumahnya.

Sebelum peristiwa kecelakaan yang menimpa Andi, menurutnya dia adalah orang yang aktif dalam kegiatan Karang Taruna. Di Mangunan sendiri ada sembilan warga yang difabel, semua sudah terkondisikan dan menerima bantuan.

Advertisement

"Kalau ada peluang dapat bantuan, kami usahakan untuk sampaikan. Dari padukuhan yang mengusulkan. [Andi] dapat bantuan meja, kasur, dan alat refleksi pijat," ucap dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca, Hari Ini: Siang Ini, Kota dan Sleman Dilanda Hujan Petir

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement