Advertisement

Kelurahan Gedongkiwo Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Penanganan Stunting

Triyo Handoko
Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:27 WIB
Budi Cahyana
Kelurahan Gedongkiwo Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Penanganan Stunting Suasana pelatihan penanganan stuntingdi Kelurahan Gedongkiwo yang berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Jogja. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gedongkiwo, Kota Jogja, membuat pelatihan penanganan stunting atau kekurangan gizi kronis dengan berbagai perguruan tinggi di Jogja. Kegiatan yang berlangsung dua hari pada Selasa dan Rabu (25-26/10/2022) tersebut diikuti 40 peserta.

Materi pelatihan disampaikan oleh tenaga ahli dari berbagai kampus, seperti UGM, Poltekes Negeri Jogja, UMY, UAD, hingga Unisa. Pelatihan tersebut membahas gizi anak, kesehatan masyarakat, tumbuh kembang anak, hingga administratif pencatatan kesehatan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kolaborasi Kelurahan Gedongkiwo dengan kampus-kampus di Jogja ini merupakan bentuk komitmen penanganan stunting pada anak-anak di kelurahan tersebut. Partisipasi kampus juga menunjukan dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

Lurah Gedongkiwo Supriyono menjelaskan lewat kegiatan tersebut, kader-kader penanganan stunting Kelurahan Gedongkiwo jadi lebih terlatih. “Mereka juga sangat aktif menanyakan berbagai masalah yang mereka hadapi di lapangan dengan tenaga ahli yang jadi narasumber,” ujarnya, Kamis (27/10/2022).

Selain kader penanganan stunting, peserta pelatihan juga dari para ibu rumah tangga dengan balita. “Jadi semua pihak kami ikutkan dalam pelatihan ini,” katanya.

Baik ibu rumah tangga maupun kader penanganan stunting, jelas Supriyono, memiliki peran strategis dalam penanganan stunting. “Mereka semua juga dilatih menggunakan aplikasi berbasis digital untuk mempermudah pemantauan perkembangan gizi anak-anak,” jelasnya.

BACA JUGA: DIY Lakukan Surveilans Epidemiologi Terkait Kasus Ginjal Akut

Ketua Tim Percepatan Penanganan (TPP) Stunting Gedongkiwo, Wahyuningsih menyebut dengan aplikasi digital tersebut akan memudahkan kinerja timnya. “Karena pemantauannya cukup lewat handphone, jadi ini inovasi yang bagus dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Advertisement

Wahyuningsih menjelaskan pencatatan memang jadi salah satu tantangan dalam penanganan stunting. “Sebelumnya pencatatan pertumbuhan anak kan memang hanya dengan manual, kalau sekarang bisa secara digital jadi lebih memudahkan pemantauan,” katanya.

Kolaborasi antara kelurahan dan kampus, jelas Wahyuningsih, patut dilanjutkan. “Tidak hanya soal stunting tapi soal lain juga pasti akan memudahkan dalam mencari solusi jalan keluarnya,” tegasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Fantastis! Segini Harta Kekayaan Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Dipilih Jokowi

News
| Senin, 28 November 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement