Advertisement

Merekam Jejak Sejarah Temaram Mataram lewat Pameran Sumakala

Triyo Handoko
Jum'at, 04 November 2022 - 20:57 WIB
Arief Junianto
Merekam Jejak Sejarah Temaram Mataram lewat Pameran Sumakala Pengunjung pameran Sumakala sedang asik berfoto di dalam ruangan, Jumat (4/11/2022). - Harian Jogja/Triyo Handoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar pameran bertajuk Sumakala yang menampilkan sejarah Kerajaan Mataram saat dipimpin Sultan HB III dan HB IV. Kedua periode kepemimpinan Kraton tersebut dipilih karena termasuk masa temaram Kerajaan Mataram.

Pameran tersebut menampilkan arsip-arsip Kraton, dari naskah babad, surat, hingga lukisan maestro Raden Saleh. Bertema Dasawarsa Temaram Jogja, pameran tersebut menceritakan tentang 10 tahun kepemimpinan Kraton pada 1812-1822.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Rentang periode tersebut kepemimpinan Keraton dipegang oleh Sultan HB III lalu dilanjut Sultan HB IV. Masa kepemimpinan Sultan HB III terpendek dengan hanya berkuasa selama 29 bulan, dari 1812-1814. Lalu dilanjut Sultan HB IV yang bertahta selama delapan tahun, dari 1814-1822 lantaran tiba-tiba mangkat (meninggal dunia).

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di DIY Resmi Jalan Terus

Penanggung jawab pameran, GKR Bendara menjelaskan sedasawarsa masa kepemimpinan dua Sultan tersebut menjadi peringatan atas periode berbenah bagi Jogja kala itu. “Tidak hanya pada sektor pembangunan fisik pasca perang tetapi juga pada sosial dan budaya,” ujarnya saat membuka pameran.

Periode 1812-1822, jelas GKR Bendara, Kraton tengah tidak stabil karena pasang surut situasi politik menjadi persoalan yang dihadapi selama kurun waktu tersebut.

“Sultan pada periode tersebut cenderung berkonsentrasi pada pembangunan mental daripada pembangunan fisik,” jelasnya.

Saat periode tersebut, lanjut GKR Bendara, arsip dan artefak lain juga sulit ditemukan dan jumlahnya sedikit. “Sehingga pameran ini mencoba melakukan penggambaran-penggambaran visualisasi yang dihasilkan dari manuskrip yang ada perihal masa jabatan beliau-beliau," katanya.

Advertisement

Visualisasi arsip jadi salah satu kerja historis dalam penyusunan pameran tersebut.  “Harapannya, para pengunjung mampu merekam memori yang pernah terjadi di Jogja, lebih dari 200 tahun yang lalu,” ujar GKR Bendara.

Salah satu pengunjung pameran Rini Diani, 24, menyebut pameran tersebut cukup membuatnya memahami sejarah Kerajaan Mataram 1812-1822. “Dari lukisan di awal masuk sampai babad-babad dan surat Gubernur Raffles saat periode tersebut jadi tahu sejarahnya,” jelasnya, Jumat siang. 

Rini yang memang berniat mengunjungi pameran tersebut mengaku cukup puas dengan tampilan-tampilan arsip Kraton dalam pameran tersebut. “Karena bisa lihat langsung arsip-arsip sejarah penting itu bikin kagum, karena sudah ratusan tahun tetapi masih terawat,” katanya.

Advertisement

Lukisan favorit Rini dalam pameran tersebut adalah potret Sultan HB IV yang dilukis oleh Raden Saleh. “Seneng banget bisa lihat langsung lukisan maestro seni rupa Indonesia awal, dan memang lukisannya terlihat karismatik,” ujarnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mahasiswa UGM Sukses Gelar Gerakan Cinta Lingkungan dan Sadar Konservasi di Desa Wisata Nglanggeran

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement