PT Astra International Tbk Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026
PT Astra International Tbk kembali masuk dalam daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia dalam Fortune Indonesia 100 2026.
Tangkapan layar saat digelarnya gelar wicara bertajuk Strategi Tanggap Bencana DIY./Youtube Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA — Dalam tiga bulan ke depan DIY berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Untuk menghadapinya, kesadaran, kepekaan dan kesiapan masyarakat perlu ditingkatkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan terkait dengan cuaca, mengacu pada BMKG Staklim Sleman akan memasuki puncak musim sampai Februari 2023. Dalam waktu itu berpotensi terjadi cuaca ekstrem, yaitu hujan intensitas tinggi, angin kencang, petir, dan sebagainya.
"Hujan kan peristiwa alam, yang terpenting adalah bagaimana peristiwa alam itu tidak berubah menjadi bencana," kata dia dalam gelar wicara yang digelar Harian Jogja bertajuk Strategi Tanggap Bencana DIY, Jumat (25/11/2022).
Menurut Biwara, peristiwa alam berubah jadi bencana ketika terjadi kerentanan yang harus dicegah. "Dalam waktu tiga bulan, bagaimana kesiapsiagaan kita karena potensi ancamannya [bencana] tinggi," ucap dia
Biwara mengatakan penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat akan dipengaruhi dengan yang dilakukan pada masa pra bencana. "Kesiapsiagaan baik dari sisi kelembagaan, kultur, pemahaman," kata Biwara.
BACA JUGA: Belajar dari KLB Pidie, Ini yang Dilakukan Dinkes Jogja untuk Tekan Kasus Polio
Menurut Biwara, masyarakat harus kita siap siagakan dengan bencana melalui edukasi. "Masyarakat harus tahu ancamannya, merespon dengan cepat dan benar dengan pendekatan kelembagaan, misalnya kita bentuk Kelurahan Tanggap Bencana [KTB], Satuan Pendidikan Aman Bencana [SPAB]," katanya.
Kepala Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) DIY, Taufiq AR mengatakan masyarakat perlu menyadari ancaman dan kerentanan di lingkungannya. Sehingga, menurutnya masyarakat dapat turut serta melakukan upaya pengurangan resiko bencana mulai dari keluarga, hingga perangkat desa melalui kebijakannya.
Taufiq mengatakan beberapa tahun lalu telah dilakukan kajian resiko di 438 kalurahan, dengan 301 di antaranya ada di kawasan rawan bencana. Dari 301 daerah rawan bencana tersebut menjadi prioritas. “Kami punya modal sosial keguyuban, kegotongroyongan, kami harap ini bisa dimaksimalkan untuk mewujudkan ketangguhan DIY,” kata Taufiq.
Intervensinya dalam menghadapi bencana dilakukan berbagai pihak mulai dari pemerintah DIY, pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Pusat, serta organisasi non-pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Astra International Tbk kembali masuk dalam daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia dalam Fortune Indonesia 100 2026.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 September 2026, lengkap rute, tarif Rp12.000–Rp26.000, serta jam keberangkatan.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.