Advertisement

UMKM Harus Naik Kelas di Tengah Berbagai Perubahan

Media Digital
Sabtu, 26 November 2022 - 18:07 WIB
Bhekti Suryani
UMKM Harus Naik Kelas di Tengah Berbagai Perubahan Pengusaha Indonesia dalam bidang teknologi, media dan komunikasi, Anindya Bakrie (kanan) dalam General Stadium Upgrading Samll Scale Enterprise, salah satu kegiatan di Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022, di Sleman, Sabtu (26/11/2022) - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan saat ini. Pelaku UMKM harus jeli membaca tantangan dan melihat peluang untuk terus mengembangkan usahanya.

Pengusaha Indonesia dalam bidang teknologi, media dan komunikasi, Anindya Bakrie, menjelaskan UMKM saat ini menghadapi setidaknya tiga perubahan, yakni Covid-19, konflik internasional Ukraina-Russia dan perubahan iklim.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Semua bisnis ini berubah. Pertama, digitalisasi menjadi kunci. Kedua, industri kesehatan menajdi primer, semua peduli kesehatan. Ketiga, hal-hal yang berhubungan lingkungan hidup menjadi nilai tambah,” ujarnya dalam General Stadium Upgrading Samll Scale Enterprise, salah satu kegiatan di Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022, di Sleman, Sabtu (26/11/2022).

Untuk dapat mengembangkan UMKM di tengah kondisi ini, yang pertama harus dilakukan adalah mengubah mindset, dari fixed mindset menjadi growth mindset. Beberapa ciri fixed mindset seperti enggan melakukan sesuatu jika dianggap sulit, tidak menyukai tantangan, mudah menyerah saat gagal dan sebagainya.

Sementara growth mindset meliputi mau mempelajari apa saja, suka menantang diri sendiri, mencoba lagi saat gagal, termotivasi dengan keberhasilan orang lain, percaya bahwa usaha dan perilaku menentukan keberhasilan.

Setelah itu, pelaku UMKM perlu membuat penambahan nilai. Di tengah kondisi perubahan seperti saat ini, ada tiga nilai penting yang bisa ditambahkan dalam menjalankan usaha, yakni environment, Social, Governance (ESG).

“Di dalam segala macam bisnis, dengan ESG ini, barang yang kita jual bisa sama dengna toko sebelah, tapi harganya bisa premium sampai 50 persen. Jadi bisnis apapun tolong ditonjolkan kontribusi kepada ESG itu,” ungkapnya.

Hal lain yang tidak boleh tertinggal untuk dilakukan yakni digitalisasi. Ada dua keuntungan yang didapat dari belajar digitalisasi bisnis, yakni marketing dengan cepat dan mendapatkan data para pelanggan atau calon pelanggan.

Jambore Nasional Kewirausahaan Sosial 2022 berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (24-26/11/2022), di lapangan Denggung Sleman. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang hadir secara virtual, mengatakan Jambore ini menjadi upaya mengkonversi peluang usaha.

Sandiaga juga mengajak generasi muda, untuk bisa beradaptasi dan berani berinovasi mengikuti perkembangan zaman, salah satunya dengan literasi digital. "Dengan literasi digital akan timbul komunikasi yang baik,” kata dia. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Viral Bikin Paspor Langsung Jadi dalam Sehari Bayar Lagi Rp1 Juta, Sah atau Tidak?

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement