Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Pendampingan yang dilakukan Tim Pengabdian LPPM UAD di Ngupasan, Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Setelah memberikan pelatihan terkait dengan public speaking pada masyarakat Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Jogja pada 27 November 2022 lalu, tim pengabdian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (LPPM UAD) melakukan pendampingan terhadap peserta pelatihan tersebut. Pendampingan itu digelar di Balai RK Ngupasan pada 11 Desember 2022 lalu.
"Peserta dalam pelatihan ini adalah remaja yang berada di wilayah Ngupasan mulai dari jenjang siswa SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Mahasiswa KKN Altiernatif Periode ke-84 dari UAD yaitu unit II A1, II A 2, dan II A 3 yang berada di wilayah Ngupasan turut membantu proses pelatihan dengan mendampingi para peserta," ucap dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UAD, Fitri Merawati melalui rilis, Minggu (17/12/2022).
Fitri menjelaskan public speaking merupakan seni berkomunikasi yang dilakukan secara lisan di depan audiens dengan metode dan struktur tertentu untuk menyampaikan gagasan dengan tujuan menginformasikan, menghibur, dan memengaruhi. Itulah sebabnya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan literasi komunikasi bagi remaja Ngupasan sehingga kebiasaan bertutur pun menjadi lebih baik.
BACA JUGA: 212 Pekerja Tembakau Taru Martani Terima BLT DBHCHT
Dia mengatakan keterampilan berbicara saat ini memang menjadi persoalan yang terjadi di masyarakat, tak terkecuali di kalangan remaja. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh pergaulan serta media sosial yang membuat seseorang cenderung mengesampingkan kaidah dan etika kebahasaan.
Hal inilah, kata Fitri, yang kemudian membentuk kebiasaan dalam bertutur, tidak terkecuali ketika bertutur di hadapan umum. "Oleh karena itu, program pelatihan public speaking diselenggarakan dalam rangka memberikan fasilitas bagi remaja untuk mengetahui kaidah kebahasaan dan etika dalam bertutur di depan umum," ujar dia.
Fitri menambahkan, ada lima kunci yang harus dikuasai jika seseorang hendak berbicara di depan umum. “Kelima kunci dalam public speaking yang utama adalah mental, pengetahuan, vokal, gestur, dan penampilan. Semua itu harus dipersiapakan secara matang. Maju tanpa persiapan, maka akan mundur tanpa penghormatan.” ujar Fitri menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.