Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menandatangani prasasti untuk peresmian lumbung mataraman dan tugu penanda keistimewaan di Kalurahan Bendung, Semin. Kamis (29/12/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Paguyuban Lurah se-Gunungkidul ‘Semar’ memastikan di 144 kalurahan di Gunungkidul telah terpasang tugu penanda keistimewaan DIY. Di setiap tugu yang dibangun dilengkapi barcode yang berisi tentang profil di masing-masing kalurahan.
Ketua Paguyuban Semar, Heri Yulianto mengatakan, pembangunan tugu penanda kalurahan sesuai dengan instruksi dari provinsi tentang keistimewaan DIY. Ia mengklaim di seluruh kalurahan di Gunungkidul sudah terpasang tugu ini di masing-masing balai kalurahan.
“392 kalurahan di DIY sudah terpasang semua. 144 kalurahan di antaranya berada di Gunungkidul,” kata Heri kepada wartaawan, Jumat (30/12/2022).
Menurut dia, pembangunan tugu tidak hanya memperkuat keistimewaan, tapi juga sebagai upaya mendukung reformasi kalurahan yang dicanangkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Oleh karenanya, di setiap tugu penanda keistimewaan juga dilengkapi dengan barcode.
Setiap warga bisa memindai barcode ini sehingga akan muncul terkait dengan profil kalurahan. Di dalam data digital ini tak hanya menampilkan profil pamong, tapi juga memuat terkait dengan APBD kalurahan hingga program kegiatan yang dimiliki.
“Tinggal discan, nantinya bisa terlihat terkait dengan data yang ada di kalurahan,” katanya.
Baca juga: Jumlah Wisatawan ke Bantul sejak Natal Meroket 3 Kali Lipat, Parangtritis Masih Jadi Idola,
Menurut dia, tugu penanda keistimewaan ini telah diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kalurahan Bendung, Semin pada Kamis (29/12/2022). “Harapannya setelah pembangunan tugu penanda keistimewaan ini, maka akses dana keistimewaan bia dibuka lebih luas lagi. Salah satunya untuk program pengentasan kemiskinan,” kata Lurah Ngloro ini.
Pada saat meresmikan tugu penanda keistimewaan di Kalurahan Bendung, Semin, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan, untuk memulai reformasi kalurahan dimulai dengan program digitalisasi di kalurahan. Perkembangan teknologi ini dimanfaatkan untuk memberikan akses kemudahan informasi kepada masyarakat agar ikut mengawasi jalannya pemerintahan secara akuntabel.
“Untuk mendukung digitalisasi kalurahan, kami sudah memasang 560 kilometer kabel fiber optic. Diharapkan dalam rentang dua waktu ke depan sudah bisa tesambung di seluruh kalurahan di DIY,” katanya.
Menurut Sultan, program digitalisasi kalurahan bisa diakses dengan scan barcode lewat tugu penanda keistimewaan di masing-masing kalurahan. “Bisa diakses karena ini juga bagian dari demokratisasi dalam pengawasan jalannya pemerintahan di kalurahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti