Advertisement

Jauh dari Target! PAD Wisata Gunungkidul Hanya Raih Rp20 Miliar

David Kurniawan
Kamis, 05 Januari 2023 - 12:27 WIB
Sunartono
Jauh dari Target! PAD Wisata Gunungkidul Hanya Raih Rp20 Miliar Widiyono, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut, Selasa (2/8/2022) - Harian Jogja / David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Gunungkidul dari retribusi tiket masuk wisata di 2022 meleset dari target. Adanya bencana alam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan target tak terpenuhi.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian tidak menampik bahwa PAD dari sektor wisata meleset dari target. Pasalnya, target yang dibebankan di awal 2022 tak terpenuhi hingga akhir tahun.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut dia, oleh pemkab, dinas pariwisata ditargetkan memperoleh pemasukan dari retribusi masuk tiket wisata sebesar Rp27 miliar. Namun faktanya, pendapatan yang diperoleh selama setahun hanya mencapai Rp20.873.5777.199.

BACA JUGA : Wow! PAD Sleman Lampaui Target, Begini Rinciannya

“Memang belum memenuhi target, capainnya hanya sebesar 77,3%,” kata Aldian kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Hal yang sama juga terlihat dari target kunjungan wisata. Di 2022, diharapkan ada kunjungan sebanyak 3,7 juta orang, tapi realisasinya hanya sebanyak 2.867.448 pengunjung. “Kami sudah lakukan evaluasi untuk penyiapan langkah di 2023 yang lebih baik lagi,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan target dari sektor wisata meleset. Selain dikarenakan ekonomi belum pulihnya ekonomi karena dampak dari pandemi Covid-19, tingkat kunjungan dipengaruhi faktor alam.

Menurut dia, destinasi wisata di Gunungkidul masih didominasi kawasan pantai. Adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di pantai memberikan pengaruh yang besar. “Jangan lupa kenaikan BBM juga ikut berpengaruh,” katanya.

Aldian mengungkapkan, dampak dari bencana hidrometeorologi  juga berpengaruh karena sempat menghambat akses wisatawan karena terjadinya longsor dia akses utama Jogja-Wonosari. “Kondisi ini ditambah dengan tidak adanya cuti bersama saat libur akhir tahun. Semua ada dampaknya sehingga kunjungan wisata maupun target PAD belum bisa dipenuhi di 2022,” katanya.

BACA JUGA : Target Pendapatan Sektor Pariwisata Bantul 2022

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, kondisi wisata belum sepenuhnya pulih. Hal ini terlihat dari tingkat kunjungan saat libur akhir tahun.

Ia mencontohkan, dari okupansi penginapan hanya terisi sekitar 75% saat libur Natal. Menurut dia, faktor cuaca memberi pengaruh besar karena destinasi wisata di Gunungkidul kebanyakan berupa alam terbuka dan tujuan utamanya adalah pantai. “Mudah-mudahan 2023 bisa lebih baik lagi dan kondisi dapat benar-benar pulih seperti sebelum terjadi pandemi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Daerah Ini Diwajibkan Beli BBM Pakai MyPertamina per 6 Februari

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 14:07 WIB

Advertisement

alt

5 Destinasi Dekat Stasiun Lempuyangan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement