56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Widiyono, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut, Selasa (2/8/2022) / Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Gunungkidul dari retribusi tiket masuk wisata di 2022 meleset dari target. Adanya bencana alam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan target tak terpenuhi.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian tidak menampik bahwa PAD dari sektor wisata meleset dari target. Pasalnya, target yang dibebankan di awal 2022 tak terpenuhi hingga akhir tahun.
Menurut dia, oleh pemkab, dinas pariwisata ditargetkan memperoleh pemasukan dari retribusi masuk tiket wisata sebesar Rp27 miliar. Namun faktanya, pendapatan yang diperoleh selama setahun hanya mencapai Rp20.873.5777.199.
BACA JUGA : Wow! PAD Sleman Lampaui Target, Begini Rinciannya
“Memang belum memenuhi target, capainnya hanya sebesar 77,3%,” kata Aldian kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).
Hal yang sama juga terlihat dari target kunjungan wisata. Di 2022, diharapkan ada kunjungan sebanyak 3,7 juta orang, tapi realisasinya hanya sebanyak 2.867.448 pengunjung. “Kami sudah lakukan evaluasi untuk penyiapan langkah di 2023 yang lebih baik lagi,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan target dari sektor wisata meleset. Selain dikarenakan ekonomi belum pulihnya ekonomi karena dampak dari pandemi Covid-19, tingkat kunjungan dipengaruhi faktor alam.
Menurut dia, destinasi wisata di Gunungkidul masih didominasi kawasan pantai. Adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di pantai memberikan pengaruh yang besar. “Jangan lupa kenaikan BBM juga ikut berpengaruh,” katanya.
Aldian mengungkapkan, dampak dari bencana hidrometeorologi juga berpengaruh karena sempat menghambat akses wisatawan karena terjadinya longsor dia akses utama Jogja-Wonosari. “Kondisi ini ditambah dengan tidak adanya cuti bersama saat libur akhir tahun. Semua ada dampaknya sehingga kunjungan wisata maupun target PAD belum bisa dipenuhi di 2022,” katanya.
BACA JUGA : Target Pendapatan Sektor Pariwisata Bantul 2022
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, kondisi wisata belum sepenuhnya pulih. Hal ini terlihat dari tingkat kunjungan saat libur akhir tahun.
Ia mencontohkan, dari okupansi penginapan hanya terisi sekitar 75% saat libur Natal. Menurut dia, faktor cuaca memberi pengaruh besar karena destinasi wisata di Gunungkidul kebanyakan berupa alam terbuka dan tujuan utamanya adalah pantai. “Mudah-mudahan 2023 bisa lebih baik lagi dan kondisi dapat benar-benar pulih seperti sebelum terjadi pandemi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.