Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul Atthobari/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul optimistis tahun ini bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD) ke kas daerah Pemkab Bantul melebihi target. PAD 2023 ditargetkan sebesar Rp140 miliar.
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul Atthobari mengatakan PAD tahun ini bisa melebihi target karena tahun lalu juga melebihi target.
“Tahun lalu dari target PAD Rp130 miliar, kami bisa mencapai Rp160 miliar. Tahun ini semoga kami bisa mencapai sekitar Rp170 miliar meskipun target kami sebenarnya Rp140 miliar,” katanya di sela-sela acara Tindak Lanjut Komitmen Akreditasi RSUD Panembahan Senopati Bantul, Selasa (10/1/2023).
Atthobari mengatakan rumah sakit pelat merah tersebut merupakan rumah sakit tipe B yang pelayanannya berjenjang dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit lainnya. Selain itu, 90% pasien RSUD Panembahan Senopati adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan baik peserta mandiri, penerima bantuan iur (PBI), dan juga pekerja penerima upah.
RSUD perlu mencari terobosan lainnya, seperti kerja sama dengan asuransi lainnya, dan menggenjot general medical check up untuk menambah pendapatan. “Kami tidak bisa hanya mengandalkan BPJS untuk mencari pendapatan,” katanya.
Namun demikian ia bersyukur saat ini klaim dari BPJS Kesehatan selalu lancar atau jarang telat seperti tahun-tahun ke belakang.
BACA JUGA: Jalan di Gunungkidul Setara Wonosari Jakarta PP, Butuh Rp600 Miliar untuk Bikin Mulus
Tercatat sudah tiga kali berturut-turut RSUD Panembahan Senopati Bantul meraih akreditasi bintang lima sejak 2015 lalu, kemudian 2018, dan 2021. Pada 2021, penilaian akreditasi dilakukan pada 2022 dan hasilnya baru diserahkan pada awal 2023.
Gus Attho mengaku bersyukur capain tersebut. “Setelah dapat akreditasi paripurna kami komitmen terus meningkatkan kualitas dan perbaikan mutu ke depan pelayanan makin baik,” ujarnya.
Kepala Sub Bagian Hukum Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih menambahkan keselamatan pasien menjadi salah satu indikator penilaian akreditasi. Selain itu ada 16 indikator penilaian akreditasi dan ratusan elemen penilaian, seperti pelayanan bedah, anestesi, dan semua pelayanan di rumah sakit dari mulai pasien datang sampai pulang lagi. Pelayanan itu harus terus dilakukan dan ditingkatkan untuk mempertahankan akreditasi paripurna.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan peran rumah sakit sangat penting. Sebab, keberhasilan pembangunan sebuah daerah bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang sehat dan mudahnya mendapat pelayanan kesehatan. Ia pun mendorong agar predikat akreditasi itu bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Saya ucapkan selamat kepada RSUD Panembahan Senopati Bantul atas perolehan akreditasi bintang lima paripurna. Akreditasi ini di satu sisi merupakan anugerah, tetapi di satu sisi lainnya merupakan beban yang harus terus dipertahankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.