Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, Pengendara Bantul Mengeluh
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengendara di Bantul mengeluh dan mulai mengurangi penggunaan kendaraan untuk menghemat biaya.
Chiki Ngebul / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja mewaspadai kemunculan jajanan berbahaya pada anak menyusul ditemukannya dua anak keracunan jajanan Chikibul di wilayah Sleman beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menemukan potensi yang berbahaya pada jajajan anak di wilayahnya. Namun begitu bukan berarti pengawasan tidak dilakukan.
"Kita sudah koordinasikan dengan instansi yang berwenang agar pengawasan dioptimalkan apalagi surat edaran soal jajajan berbahaya juga sudah dikeluarkan oleh pusat," kata Aman, Kamis (19/1/2023).
Menurutnya pengawasan terhadap jajajan berbahaya itu nantinya akan dilakukan oleh petugas lintas instansi seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan maupun BPOM Jogja.
"Kita memang tidak ada pengaturan khusus soal jajanan anak, namun tetap kewaspadaan dan pengawasan harus dilakukan dengan optimal," katanya.
Baca juga: Pembuang Bayi di Tempat Sampah Ditahan, Pacar yang Menghamili Justru Bebas, Kok Bisa?
Apalagi produk jajajan yang dijual kepada masyarakat atau anak mestinya sudah mengantongi izin yang dikeluarkan khusus oleh dinas terkait. Kalau pun belum, jajajan yang dijual mestinya tidak boleh mengandung bahan berbahaya seperti halnya Chikibul yang mengandung nitrogen cair yang tidak disarankan untuk kesehatan.
"Landasan dan pedoman dalam hal jajanan anak kan sudah ada dari pusat, itu saja yang dijadikan pedoman agar potensi berbahaya pada makanan bisa diminimalisir," pungkasnya.
Kepala BPOM di Yogyakarta Trikoranti Mustikawati menjelaskan, bahaya nitrogen cair pada jajajan lebih kepada cara penyajian oleh pedagang. Saat baru disajikan kepada konsumen dengan asap yang mengepul, kadar nitrogen cair pada jajajan itu sangat dingin sehingga rentan memicu masalah kesehatan jika dikonsumsi langsung. Konsumsi yang lebih disarankan pada jajanan tersebut yakni didiamkam terlebih dahulu.
"Perlu penanganan khusus memang, tidak asal. Itu juga tidak hanya berdampak pada yang makan tapi juga kepada pedagang. Sebenarnya lebih kepada proses penyajian," katanya.
Di beberapa sekolah, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi juga telah melakukan pemantauan terhadap potensi jajanan anak yang mengandung bahan pangan berbahaya, tidak hanya pada nitrogen cair saja namun semuanya. Proses pengawasan kepada pedagang panganan yang berada di dalam sekolah memang gampang dilakukan, beda dengan pedagang yang biasanya mangkal di luar sekolah.
"Memang yang harus ekstra itu terkait dengan pedagang keliling, kita tidak melarang mereka jualan tapi bagaimana pedagang ini bisa menerapkan pangan yang aman dan kalau buat sendiri itu tidak mengandung pangan berbahaya," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengendara di Bantul mengeluh dan mulai mengurangi penggunaan kendaraan untuk menghemat biaya.
Skotlandia menghadapi Maroko dalam laga krusial Grup C Piala Dunia 2026. Satu poin bisa membawa Tartan Army semakin dekat ke babak 32 besar.
Prabowo minta Erick Thohir benahi kompetisi sepak bola nasional demi memperkuat Timnas Indonesia menuju level dunia.
Ai Ogura mengejutkan dengan rekor lap Brno di Practice MotoGP Ceko 2026, mengalahkan Bezzecchi dan Marquez dalam sesi ketat.
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Ismael Kone alami patah tulang fibula dan tibia seusai tekel keras di laga Kanada kontra Qatar. Simak fakta cedera horor lainnya dalam sejarah Piala Dunia.