Advertisement

Bupati Sleman Digugat Konsumen Pasar Godean, Ini Sebabnya...

Lugas Subarkah
Kamis, 19 Januari 2023 - 15:17 WIB
Arief Junianto
Bupati Sleman Digugat Konsumen Pasar Godean, Ini Sebabnya... Penggugat, Kunto Wisnu Aji (kiri), saat persidangan di PN Sleman, Kamis (19/1/2023) - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Seorang konsumen Pasar Godean menggugat Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (19/1/2023). Gugatan ini terkait dengan penempatan para pedagang Pasar Godean di lokasi transit yang dinilai tidak layak.

Penggugat dalam perkara ini adalah Kunto Wisnu Aji, seorang konsumen Pasar Godean yang menggugat dengan dasar UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain Bupati, pihak yang digugat adalah juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sidang kasus perdata ini akan didahului dengan mediasi yang telah disepakati akan digelar pada 2 Februari mendatang. Ditemui di ruang sidang, Kunto Wisnu Aji menjelaskan ia yang sering jajan di Pasar Godean, mendapat cerita dari para pedagang dan menyaksikan langsung lokasi transit para pedagang yang menurutnya tidak layak.

“Ketika saya lihat posisinya, dari pihak Pemkab hanya menyediakan eyup-eyup dan bambu. Ini yang di Sidokarto [lokasi transit]. Setahu saya yang paling banyak pedagangnya di sana. Di situ tempatnya jeblok, sengnya pada bolong,” ujarnya.

BACA JUGA: Pasar Godean Segera Dirobohkan, Masih Ada Pedagang Tak Tempati Lokasi Transit

Menurutnya, tempat apra pedagang di situ kumuh. Selain itu, para pedagang lah yang mengupayakan tempat tersebut agar lebih nyaman, tanpa ada uluran tangan dari pemkab Sleman. Sebagai konsumen, ia menuntut Pemkab Sleman memberikan keamanan dan kenyamanan para konsumen di lokasi transit pedagang Pasar Godean.

“Pedagang itu tidak disuport mendapatkan tempat yang layak. Pedagang yang khususnya jualan makanan, kalau kehujanan nanti ketidakhigienisan, kesannya kumuh. Dikonsumsi konsumen juga tidak sehat,” kata dia.

Pedagang menempati lokasi transit itu sekitar empat bulan, sebelum nantinya pindah lagi ke tempat relokasi sampai revitalisasi Pasar Godean selesai. Walau hanya sementara, namun para pedagang sudah mengeluarkan cukup banyak uang untuk memperbaiki kondisi lapaknya di tempat transit.

“Mereka membuat konblok, diplester, macem-macem, agar tidak kumuh dan becek, supaya rata. Mereka pada habis ada yang Rp500.000, bahkan yang dibuat pedagang sembako supaya bisa tertutup rapat itu habis Rp3 juta sampai Rp4 juta,” kata dia.

Kabag Hukum Setda Kabupaten Sleman, Anton Sujarwo, mengatakan pihaknya baru menerima gugatan tersebut dan akan mempelajari dulu sebelum agenda mediasi dengan penggugat. “Akan kami pelajari terlebih dahulu,” katanya.

Pedagang harus menempati lokasi transit sebelum pindah ke tempat relokasi di Kalurahan Sidoluhur lantaran dimajukannya rencana revitalisasi Pasar Godean oleh Pemerintah Pusat. Sesuai jadwal, pada Januari 2023 pasar harus sudah dikosongkan.

Padahal, tempat relokasi baru akan dibangun pada Januari 2023 dan ditargetkan selesai Mei 2023. Maka pedagang menempati lokasi transit hingga Mei 2023, lalu pindah di tempat relokasi hingga revitalisasi Pasar Godean Selesai pada Februari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Fakta Kasus Susi Air: Pesawat Dibakar, Pilot dan Penumpang Disandera

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement