28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Chiki Ngebul / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY berupaya mencari pedagang yang menjual Chiki Ngebul berdampak pada dugaan keracunan dua anak di Berbah, Sleman. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui lebih detail terkait makanan yang dijual tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menjelaskan guna mengetahui penyebab keracunan tersebut, dinasnya telah berupaya untuk mencari pedagang yang bersangkutan. Namun, petugas yang ke lapangan belum menemukan pedagang tersebut di lokasi tempat biasa dia berjualan. “Kami berdasarkan hasil pemantauan epidemiologinya kita menyasar penjualnya, kemarin [Selasa, 10/1/2023] memantau penjualnya malah tidak berjualan,” kata Pembajun, Senin (17/1/2023).
BACA JUGA : Keracunan Chiki Ngebul, 2 Anak di Berbah Sleman Sempat
Ia mengatakan tujuan menemui pedagang tersebut untuk mengetahui lebih lanjut terkait makanan yang dijual. Termasuk menanyakan terkait makanan tersebut memproduksi secara mandiri atau mendapatkan kiriman dari produsen yang lebih besar. Hal itu menurutnya masih akan ditelusuri untuk mendapatkan informasi lebih detail untuk ditindaklanjuti ke depan.
“Kalau dari laporan, penjual domisilinya di daerah itu juga. Tetapi saat ditanya lebih lanjut, ke sekitarnya, dia enggak jualan, belum bisa ditemui [pedagang ciki ngebul]. Kami mau lihat apakah dia buat sendiri, atau kiriman, itu masih kami telusuri,” katanya.
“Ya kalau kondisi seperti ini, izin penjual juga tidak jelas siapa yang mengeluarkan izin. Kita juga tidak tahu, pedagang kan dia musiman. Kemudian izinnya kita tidak tahu oleh siapa,” ucapnya.
Pembajun menyampaikan Dinkes DIY berupaya untuk mengedukasi pedagang terkait makanan yang dijualnya. Bukan berarti pemerintah melarang masyarakat berjualan, akan tetapi perlunya memberikan edukasi agar menjual makanan yang aman bagi masyarakat.
BACA JUGA : Chiki Ngebul di Pasar Malam Kulonprogo Diawasi Petugas
“Akan kami hubungkan dengan Puskesmas agar dapat diberikan edukasi,” ucap Pembajun.
Mengingat cairan nitrogen bukan merupakan bahan yang dapat dikonsumsi. Menurutnya apabila dikonsumsi, akan berdampak pada Kesehatan seperti demam, mual dan muntah. “Itu [cairan nitrogen] bukan barang yang bisa dimakan. Tentu berdampak pada saluran pencernaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Tiga HP rugged untuk pemadam kebakaran dengan sertifikasi IP68, IP69K dan MIL-STD-810H, serta pilihan baterai hingga 25.500 mAh.
TikTok dan ByteDance setuju membayar denda US$400 juta atau Rp7,05 triliun di AS terkait dugaan pelanggaran privasi data anak.
Mitchell Baker cetak gol perdana bersama Georgetown University di NCAA 2026. Penyerang Timnas Indonesia itu berpeluang kembali dipanggil.
Karhutla Kalimantan meningkat sejak akhir Juli 2026. Copernicus soroti kenaikan emisi, kabut asap, El Niño, dan risiko kebakaran gambut.
Cara daftar bansos 2026 lewat HP, cek desil Kemensos, syarat pengajuan, dan jalur daftar melalui desa atau kelurahan.