Advertisement

Dua SD Negeri di Bantul Ini Segera Diperbaiki

Jumali
Kamis, 09 Februari 2023 - 12:37 WIB
Jumali
Dua SD Negeri di Bantul Ini Segera Diperbaiki Atap ruangan di SD Muhammadiyah Bogor, Playen ambruk pada Selasa (8/11 - 2022) sekitar pukul 07.30 WIB. / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan dua SD negeri yakni SDN Sawit dan SDN Bantul Tiga yang kondisinya rusak segera diperbaiki.

Dua dari tujuh SD negeri yang kondisinya rusak itu menjadi prioritas perbaikan karena kerusakan yang dialami cukup parah.

Advertisement

BACA JUGA: Tujuh SDN di Bantul Butuh Perbaikan

"SDN Sawit dan SDN Bantul Tiga, tahun lalu sudah diajukan melalui DAK ke pemerintah pusat. Akan tetapi, belum dikabulkan. Oleh karena itu, kemarin lewat DPRD kemudian disampaikan ke pemda akhirnya digunakan dana APBD," kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, Kamis (9/2/2023).

Selain SDN Sawit dan SDN Bantul, Isdarmoko menyebut masih ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan dan mendesak diperbaiki, salah satunya adalah SD Ngrukeman. Meski rusak, SD Ngrukeman kondisinya tidak separah SDN Sawit dan SDN Bantul yang saat ini diprioritaskan untuk diperbaki menggunakan dana APBD 2023.

Isdarmoko mengungkapkan ke depan, sekolah yang kondisi bangunan sudah rusak akan diusulkan diperbaiki secara bertahap, dan dalam melakukan penilaian terhadap sekolah yang perlu perbaikan juga melibatkan dari pihak sekolah.

"Sisa sekolah lainnya kami ajukan pada 2024 nanti. Akan tetapi, semua tergantung kemampuan keuangan, karena harus mengacu kepada skala prioritas," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman beberapa waktu lalu menyebutkan ada tujuh bangunan SDN yang rusak dan membutuhkan perbaikan segera karena sudah.

Ketujuh SD negeri tersebut yakni SDN Lemah Rubuh (Kecamatan Imogiri), SDN Imogiri (Imogiri), SDN Kadipiro (Kasihan), SDN Sawit (Sewon), SDN Klagaran (Sanden), SDN 3 Bantul (Bantul), dan SDN 1 Wijirejo (Pandak). DPRD Bantul menemukan bangunan tujuh SD tersebut sudah rusak saat inspeksi.

“Rata-rata kerusakannya adalah bangunan ruang kelas dan kantor. Bahkan SDN Sawit di Sewon itu dua ruang kelas tidak bisa digunakan karena atapnya sudah lapuk dan membahayakan jika digunakan,” kata Suratman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal dan Tarif Bus Damri Tujuan Wisata Pantai di Bantul dan Gunungkidul

News
| Minggu, 21 Juli 2024, 05:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement