Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Penanaman Mangrove di Pantai Baros. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pesisir selatan termasuk Kawasan yang rentan terkena abrasi sehingga program sabuk hijau harus terus digalakkan. Salah satunya melalui penanaman mangrove yang berada di Dusun Baros Tirtohargo, Kretek, Bantul.
Lurah Tirtohargo, Kretek, Bantul Sugiyamta menjelaskan penanaman Mangrove itu merupakan kerja sama Corporate Social Responsibility dengan PT Tripatra Engineers and Constructors. Harapannya keberadaan Mangrove menjadi solusi dari persoalan abrasi maupun erosi. Mangrove dikenal merupakan tumbuhan dengan kerapatan akarnya yang mengikat lahan atau tanah berlumpur sekaligus menjadi pemecah gelombang saat kalau terjadi tsunami.
BACA JUGA : Ini Kendala Pengembangan Hutan Mangrove di Bantul
"Tentu kami berterimakasih ada pihak yang sudah memperhatikan Dusun Baros dengan menanam mangrove yang sangat bermanfaat terutama bagi masalah abrasi, erosi. Selain itu kegiatan menanam mangrove bisa memperbaiki kerusakan hutan mangrove,” katanya dalam rilism Sabtu (25/2/2023).
Finance & Commercial Director Tripatra Engineers and Constructors Benny Joesoep menambahkan upaya penanaman kembali mangrove di Dusun Baros merupakan komitmen untuk berkontribusi dalam melestarikan lingkungan di Indonesia.
“Kami telah dan secara rutin menanam bibit pohon di berbagai lokasi. Salah satu lokasi yang kami pilih adalah Dusun Baros, di mana hari ini kami akan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove,” katanya.
Penanaman pohon turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta mencegah perubahan iklim. Ia berharap kegiatan itu menjadi inspirasi bagi bagi berbagai pihak untuk menjaga lingkungan di tempat lain.
BACA JUGA : Indahnya Wisata Paling Ujung Kulon Jogja, Mangrove Pantai
“Kelestarian Mangrove menjadi harapan bagi masyarakat, bahkan bagi dunia karena mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang jauh lebih unggul jika dibanding tanaman lain sehingga Indonesia bisa selalu menjadi paru-paru dunia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap di sini.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.