Dana Padukuhan Jadi Senjata Bantul Kurangi Kemiskinan
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Penanaman Mangrove di Pantai Baros. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pesisir selatan termasuk Kawasan yang rentan terkena abrasi sehingga program sabuk hijau harus terus digalakkan. Salah satunya melalui penanaman mangrove yang berada di Dusun Baros Tirtohargo, Kretek, Bantul.
Lurah Tirtohargo, Kretek, Bantul Sugiyamta menjelaskan penanaman Mangrove itu merupakan kerja sama Corporate Social Responsibility dengan PT Tripatra Engineers and Constructors. Harapannya keberadaan Mangrove menjadi solusi dari persoalan abrasi maupun erosi. Mangrove dikenal merupakan tumbuhan dengan kerapatan akarnya yang mengikat lahan atau tanah berlumpur sekaligus menjadi pemecah gelombang saat kalau terjadi tsunami.
BACA JUGA : Ini Kendala Pengembangan Hutan Mangrove di Bantul
"Tentu kami berterimakasih ada pihak yang sudah memperhatikan Dusun Baros dengan menanam mangrove yang sangat bermanfaat terutama bagi masalah abrasi, erosi. Selain itu kegiatan menanam mangrove bisa memperbaiki kerusakan hutan mangrove,” katanya dalam rilism Sabtu (25/2/2023).
Finance & Commercial Director Tripatra Engineers and Constructors Benny Joesoep menambahkan upaya penanaman kembali mangrove di Dusun Baros merupakan komitmen untuk berkontribusi dalam melestarikan lingkungan di Indonesia.
“Kami telah dan secara rutin menanam bibit pohon di berbagai lokasi. Salah satu lokasi yang kami pilih adalah Dusun Baros, di mana hari ini kami akan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove,” katanya.
Penanaman pohon turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta mencegah perubahan iklim. Ia berharap kegiatan itu menjadi inspirasi bagi bagi berbagai pihak untuk menjaga lingkungan di tempat lain.
BACA JUGA : Indahnya Wisata Paling Ujung Kulon Jogja, Mangrove Pantai
“Kelestarian Mangrove menjadi harapan bagi masyarakat, bahkan bagi dunia karena mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang jauh lebih unggul jika dibanding tanaman lain sehingga Indonesia bisa selalu menjadi paru-paru dunia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.