Jelang Iduladha 1447 H, Stok Kurban di DIY Melimpah, Harga Terkendali
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman menyampaikan tempat hiburan akan tutup lima hari di awal Ramadan, selanjutnya bisa kembali buka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satpol PP Sleman Shavitri Nurmala.
"Tidak ada yang dilarang buka, hanya diatur tutup di awal Ramadan selama lima hari dan pembatasan jam operasional selama bulan Ramadan," ucapnya, Jumat (10/3/2023).
Dia tidak merinci alasan penutupan lima hari, tetapi menurutnya penutupan tempat hiburan di awal puasa ini mengikuti kebiasaan di awal Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. "Mengikuti kebiasaan awal puasa, ada waktu penyesuaian, bagi masyarakat dan dunia usaha," lanjutnya.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Jogja Melonjak
Evie, sapaan akrab Shavitri Nurmala Dewi menyebut Satpol PP juga akan melakukan sosialisasi tentang Peraturan Bupati (Perbup) baru. Saat ini masih diproses di Biro Hukum DIY sehingga belum bisa disampaikan rinciannya. "[Giat Satpol PP saat Ramadan] Sosialisasi Perbup baru, masih dalam proses [Perbupnya] dua kali [sosialisasi]. Pembinaan dan pengawasan empat kali," jelasnya.
Satpol PP Sleman yang juga membawahi Pemadam Kebakaran (Damkar) mengingatkan masyarakat untuk siaga akan potensi kebakaran. Kebakaran paling banyak disebabkan oleh korsleting. Juga akibat kecerobohan masyarakat meninggalkan kompor atau tungku yang masih menyala. "Kami akan selalu siaga, tidak hanya saat bulan puasa, kami siaga terus," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
SBY menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan kepemimpinan tenang dalam menghadapi ketidakpastian global.
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS dan IHSG anjlok. DPR mendesak pemerintah dan BI segera konsolidasi fiskal dan moneter.
Target nol emisi Sumbu Filosofi Jogja belum realistis. Pemda fokus turunkan emisi mulai dari Malioboro secara bertahap.
Pemerintah segera menaikkan HET Minyakita. Kenaikan dipicu harga CPO dan biaya produksi yang terus meningkat.
IHSG turun lebih dari 4 persen, Menkeu Purbaya yakin fundamental ekonomi kuat cukup menopang pasar saham Indonesia.