Advertisement
Kalurahan Tamanmartani Gelar Apel Akbar Jaga Warga
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan warga dari 22 padukuhan menggelar Apel Akbar Jaga Warga di Lapangan Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sabtu (11/3/2023). Apel Akbar tersebut diisi dengan pembacaan Ikrar Relawan Jaga Warga Tamanmartani.
Para relawan Jaga Warga menyatakan ikrar untuk selalu setia kepada NKRI, Pancasila dan akan menjaga Keistimewaan Yogyakarta. Para relawan Jaga Warga akan sekuat jiwa dan raga menjaga Keistimewaan Yogyakarta.
Advertisement
Ikrar kesetiaan tersebut disampaikan dihadapan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemda DIY, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono, Kapolres Sleman Kombes Aris Supriyono dan Sekda Sleman Harda Kiswaya. Turut hadir pada kegiatan tersebut Gusti Kanjeng Ratu Hemas.
BACA JUGA : Peran Kelompok Jaga Warga Dibutuhkan Redam Potensi
Lurah Tamanmartani yang juga Ketua Paguyuban Nayantaka Gandang Harjanta mengatakan pemerintah kalurahan dan seluruh elemen masyarakat di Tamanmartani berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan melestarikan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat.
"Menekankan untuk saling menjaga, saling mengingatkan, saling melindungi dan saling menguatkan yang menjadi roh dari Jaga Warga. Dalam semangat golong gilig bersatu padu dalam kehendak dan niat dalam karya, cipta dan karsa untuk satu tujuan yang sama," katanya.
Sesuai petunjuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, lanjut Gandang, tentang penggunaan Dana Keistimewan di mana dana keistimewaan harus sampai dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tentu saja melalui berbagai program inovasi. "Kami bersama-sama untuk berusaha penuh untuk mewujudkan itu," katanya.
Dia mengatakan, pada 2023 ini Pemerintan Kalurahan Tamanmartani melalui Desa Prenuer menerima Dana Keistimewaan sebesar Rp700 juta. Selain itu, melalui Desa Budaya dana keistimewaan yang diterima sebesar Rp2,3 miliar untuk pembangunan Balai Budaya.
BACA JUGA : Hingga Agustus, Sleman Membentuk 250 Kelompok Jaga
"Kami juga menerima dana keistimewaan untuk kegiatan padat karya sebesar Rp350 juta untuk dua titik di padukuhan Cageran dan Bogem. Kami juga menerima dana keistimewaan Rp50 juta untuk kegiatan Jaga Warga," katanya.
GKR Hemas mengatakan Merti Dusun dan Jaga warga adalah warisan budaya Jogja yang sangat penting. "Kita tentunya harus mengingat ajaran para leluhur kita, meskipun sekarang harus sibuk juga dengan urusan jalan tol. Acara hari ini tentunya juga merupakan wujud dari rasa syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Tamanmartani pada khususnya, dan masyarakat Jogja pada umumnya," ujar Hemas.
Dia mengatakan, pelestarian semua upacara adat sudah diatur oleh Perda DIY No.6/2012, tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya dan Perda DIY No.1/2022, tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Keduanya bisa menjadi landasan hukum bagi setiap kegiatan gelar budaya di Jogja.
"Kegiatan semacam ini juga merupakan simbol dari keberhasilan Jogja dalam menjaga tradisi budaya, sebagai wujud dari pembangunan manusia di Jogja, dan keunggulan Jogja sebagai Daerah Istimewa. Semua anggota masyarakat dan pemerintah di segala tingkatan harus bekerja sama dalam menggemakan kembali tradisi budaya Jogja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Dugaan Eksploitasi dan Kekerasan Pemain Sirkus di Taman Safari, Komnas HAM Minta Diselesaikan secara Hukum
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Klaim Walhi Jogja Temukan Sampah di TPSS Pandansari Dibantah DLH Bantul
- Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembacokan SPBU Kretek Bantul, 1 Pelajar SMK di Bantul Terlibat
- Belasan Pedagang Buah Pisang Depan RS Grhasia Pakem Direlokasi ke Pasar
- Sultan Minta Atlet DIY Punya Mental sebagai Pemenang
- DPRD DIY Tanam Pohon Beringin sebagai Simbol Pelestarian Lingkungan
Advertisement