WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Erupsi Gunung Merapi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Guguran awan panas masih terjadi pada Senin (14/3/2023). Walau tak sebanyak hari-hari sebelumnya, awan panas kali ini menyebabkan terjadinya hujan abu di wilayah Cangkringan, Sleman.
Ketua Komunitas Siaga Merapi Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Rambat Wahyudi, menjelaskan hujan abu dengan intensitas kecil sempat terjadi pukul 07.00 WIB. “Di Dusun Kalitengah lor, tipis saja kok,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hujan abu dan serangkaian aktivitas Merapi beberapa hari terakhir kata dia, tidak mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah Cangkringan, yang hingga kini masih berjalan normal. “Masih seperti biasa, sing ngarit ya ngarit, ke pasar yo ke pasar, karena hari ini kan berbarengan dengan acara nyadran kenduri,” katanya.
Meski demikian, warga tetap meningkatkan kewaspadaan sejak meningkatnya aktivitas erupsi Merapi pada Sabtu (11/3/2023) lalu. “Warga meningkatkan kewaspadaan, terus ronda malam juga aktif,” ungkapnya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, mengatakan pada Selasa (14/3/2023) masih terjadi guguran awan panas, yakni pukul 05.50 dan 05.59 WIB, dengan jarak luncur maksimal 2 Km ke arah kali Krasak.
Pada waktu terjadi guguran awan panas, angin di puncak Merapi bertiup ke arah tenggara, sehingga menyebabkan hujan abu di wilayah Cangkringan. “Selain awan panas, pada periode pengamatan yang sama, yakni pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 15 kali guguran lava ke arah barat daya,” katanya.
BACA JUGA: Penyakit Lato-Lato di Sleman Capai 1.088 Kasus, Ini Data Lengkapnya
Adapun aktivitas erupsi sehari sebelumnya, Senin (13/3/2023), selama 24 jam tercatat terjadi sebanyak dua kali guguran awan panas dan 35 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak maksimal 1,5 Km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.