AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Hasil pengamatan drone Badan Geologi menunjukkan perbedaan suhu di kedua kibah lava Merapi./Istimewa-BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi masih dalam fase erupsi efusif hingga saat ini. Dua kubah lava di puncak Merapi masih aktif dengan suhu di atas 100 derajat Celcius. Kubah lava ini menjadi sumber guguran.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, mengatakan setelah muncul pada Januari 2021, kedua kubah lava saat ini masih terus tumbuh.
Pada 18 Maret lalu, Badan Geologi menerbangkan drone untuk memetakan sebaran suhu di puncak Gunung Merapi setelah erupsi 11 Maret 2023. "Hasil pemetaan menunjukkan kubah lava barat daya masih terlihat aktif, ditunjukkan dengan suhu yang tinggi mencapai 230 derajat Celcius," ujarnya, Kamis (23/3/2023).
Hasil foto udara juga menunjukkan batas material guguran secara lebih jelas. Dua area panas pada bagian tengah dan bawah kubah diduga menjadi lokasi sumber guguran dan awan panas guguran di sisi barat daya.
"Bagian selatan kubah barat daya yang mengarah ke Sungai Boyong juga masih tampak aktif," ungkapnya.
BACA JUGA: PHRI DIY: Pemandangan Erupsi Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
Berbeda dengan kubah lava barat daya, suhu pada kubah lava tengah kawah relatif lebih rendah sehingga tidak jauh berbeda dengan batuan di sekitarnya. "Tetapi, terdapat titik panas di tepi timur kubah tengah kawah dengan suhu sebesar 114 derajat Celcius," kata dia.
Hasil pemetaan suhu ini menunjukkan dua kubah lava masih aktif. Suplai magma baik dari dalam maupun dangkal masih berlangsung sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
Adanya dua kubah lava aktif dalam satu periode erupsi ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
BACA JUGA: Seluruh Aktivitas di Sungai Lereng Merapi Diminta Berhenti
Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (km), serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Kemudian pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Meski masih berpotensi memunculkan guguran setelah erupsi besar 11 Maret lalu saat ini aktivitas Merapi sudah relatif melandai. Tidak teramati adanya awan panas dalam beberapa hari terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya