Okupansi Hotel di DIY Turun 5-10 Persen, PHRI Soroti Persaingan Akomodasi
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat yang beraktivitas di wilayah DIY sebaiknya mempersiapkan payung maupun jas hujan. Mengingat selama tiga hari ke depan bakal terjadi hujan ringan hingga lebat untuk wilayah Jogja atau secara umum DIY.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur beberapa wilayah di DIY hingga tiga hari ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport, Rahmad Tauladani menyampaikan pada hari ini masyarakat diminta waspada pada potensi hujan yang bisa disertai kilat dan angin kencang. Wilayahnya meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
BACA JUGA : Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Masih Melanda
"Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," ucapnya, Sabtu (25/3/2023).
Di hari berikutnya hujan akan mengguyur di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Sama dengan hari pertama, hujan juga berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
"[hari ketiga] Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY," jelasnya.
Selain itu, BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi. Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Timur Laut - Timur dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot. Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 3-20 knot.
BACA JUGA : Waspada! DIY Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem hingga 3 Hari
Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Kepada nelayan diharapkan memperhatikan risiko keselamatan.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar waspada."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 dengan mengoptimalkan gudang, fasilitas pengeringan, dan jaringan petani.
Ketum PBNU Gus Kikin mengimbau warga Sukoharjo menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi kasus pembakaran warung mi babi serta penggeledahan ponpes.
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan
Kemlu memverifikasi kabar WNI berinisial MT yang diduga tewas setelah direkrut militer Rusia dan diterjunkan berperang di Ukraina.
Veda Ega Pratama naik ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026 setelah finis kedua di GP Malaysia dengan koleksi 131 poin.