Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi menu bukber./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengusaha kuliner Gunungkidul mengeluhkan larangan buka bersama (bukber) untuk aparatur sipil negara (ASN) yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat. Pasalnya, kebijakan ini berdampak terhadap turunnya omzet jual beli makanan dan minuman.
Salah satu keluhan disuarakan oleh Pemilik Resto Kalahari di Kalurahan Kepek, Wonosari, Danang Ardiyanto. Menurut dia, kebijakan tersebut mulai dirasakan oleh pengusaha kuliner karena pesanan berbuka tidak banyak. “Sepi karena hingga sekarang tidak ada dinas atau instansi yang memesan tempat untuk berbuka bersama,” kata Danang , Jumat (31/3/2023).
Dia tidak menampik Bulan Puasa menjadi salah satu momen meraup untung. Pasalnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk berbuka bersama. “Sekarang hanya bisa mengandalkan dari masyarakat umum. Kalau dari unsur ASN tidak bisa karena dilarang menggelar buka bersama,” katanya.
BACA JUGA: Pejabat dan ASN Dilarang Bukber, Pengusaha Hotel Teriak!
Danang mengakui tahun lalu bisa meraup omset hingga Rp90 juta selama Bulan Puasa. Khusus untuk 2023, ia tidak mengetahui karena kunjungan turun drastis. “Hingga sekarang masih sepi. Kemungkinan turunnya bisa 300 persen karena diprediksi hingga Bulan Puasa rampung omzet hanya di kisaran Rp30 juta,” katanya.
Dia berharap pemerintah agar tidak membuat kebijakan aneh-aneh tentang buka puasa bersama. Terlebih lagi alasan larangan buka bersama juga tidak masuk akal dan semata-mata mencari pembenaran. “Kalau alasannya pemborosan, toh terkadang mereka itu [ASN] tidak selalu menggunakan uang Negara,” katanya.
Meski sepi, Danang mengaku terus berupaya meningkatkan omset penjualan. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial agar bisa menjangkau ke lapisan masyarakat. “Tentunya lewat promo medsos tujuannya agar ada tamu yang berkunjung,” katanya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan sejauh ini belum ada laporan mengenai dampak pendapatan pasca larangan bukber bagi ASN. Ia berdalih dampak tersebut baru terlihat pada saat memasuki pertengahan puasa. “Ya kalau sekarang belum terlihat karena acara buka bersama banyak digelar mulai pertengahan hingga akhir puasa,” katanya.
Dia berharap kondisi terus membaik sehingga ekonomi bisa pulih seperti saat sebelum terjadi pandemic. “Sekarang masih dalam proses pemulihan dan mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.