Wisatawan Naik, Uang Masuk Melambat: Fenomena Baru Pariwisata Sleman
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Pedagang Pasar Wates menunjukan minyak goreng curah, Selasa (12/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kulonprogo segera memperbaiki empat pasar tradisional yang ada di Kulonprogo. Perbaikan tersebut menyedot anggaran APBD hingga Rp1,6 miliar.
Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna mengatakan empat pasar yang akan diperbaiki yaitu Dekso, Jagalan, Kelapa, dan Percontohan Sentolo. Dua di antaranya yaitu Dekso dan Sentolo akan dilelangkan karena anggaran perbaikan lebih dari Rp200 juta.
“Pasar Dekso itu akan kami lelangkan soalnya nilai perbaikan mencapai Rp1 miliar. Kalau Jagalan itu anggaran perbaikannya Rp195 juta, lalu Sentolo itu Rp259 juta, dan Kelapa mencapai Rp180 juta. Jadi yang kami lelang ada dua pasar,” kata Sudarna ditemui di kantornya pada Rabu (12/4/2023).
BACA JUGA : Razia Pasar di Kulonprogo, Satpol PP Temukan Puluhan
Proses lelang tersebut, kata Sudarna, baru akan dilakukan pada bulan Mei 2023. Sedangkan untuk pemenang lelang akan diumumkan pada Juni 2023. Dengan begitu proses perbaikan dapat mulai pada Juli 2023.
“Beberapa kerusakan yang terjadi seperti di Pasar Jagalan itu akan dipasang konblok dan membuat gerbang [masuk]. Sebelumnya memang belum ada. Sementara di Pasar Dekso, kios-kios di sana akan kami robohkan dan dibangun ulang. Soalnya sudah rusak parah,” katanya.
Kemudian, Pasar Percontohan Sentolo akan mengalami perubahan tata ruang atau lanskap. Hal tersebut dilakukan karena lanskap lama pasar tersebut tidak ideal.
“ Jadi di sana ada taman yang seolah malah menjadi pembatas antara halaman dengan kios. Padahal dari halaman menuju kios itu harusnya dapat diakses dengan mudah. Masuk tanpa halangan. Dulu itu memang rencananya dibuat taman, tapi ternyata malah menghambat. Makanya kami tata ulang,” ucapnya.
BACA JUGA : Kulonprogo Adakan Banyak Operasi Pasar, Ini Jadwal
Sisanya, kios-kios di Pasar Kelapa akan diperbaiki karena sudah rusak. Sudarna mengatakan kebutuhan perbaikan untuk pasar-pasar tradisional cukup banyak. Hanya saja kemampuan Pemda belum dapat mengakomodasi banyak pasar dalam satu tahun.
“Setiap tahun itu ada juga [perbaikan pasar tradisional]. Hanya besaran anggaran bisa naik dan turun, karena ya melihat tingkat kerusakan dan kemampuan keuangan daerah. Total pasar tradisional yang dikelola Pemda Kulonprogo mencapai 27 pasar,” lanjutnya.
Pada tahun 2022, Disdagin telah memperbaiki empat pasar seperti Pasar Bendungan, Nganggrung, Percontohan Sentolo dan Wates. Terang Sudarna, Pasar Percontohan Sentolo mendapat alokasi perbaikan selama dua tahun.
“Tahun lalu kan Pasar Percontohan Sentolo itu baru kami perbaiki atapnya. Kalau tahun 2023 baru kami perbaiki halamannya [landskap]. Anggaranya ada lah kalau Rp1 miliar lebih. Soalnya yang di Pasar Wates itu sekitar Rp400 juta, Bendungan dan Pasar Percontohan Sentolo tidak sampai Rp200 juta,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Data BPS terbaru Februari 2026: NTT puncaki daftar provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Simak daftar lengkap dan tips meningkatkan budaya literasi
Puntung rokok masih menjadi salah satu jenis sampah yang paling mudah ditemukan di ruang publik. Ukurannya yang kecil membuatnya sering luput dari perhatian
Pemkab Kulonprogo siapkan SK penonaktifan Lurah Garongan jika status hukum naik menjadi tersangka. Simak penjelasan Bupati Agung Setyawan terkait kasus pungli.
Asah Kreativitas dan Solidaritas, Astra Motor Yogyakarta Gelar “Scoopy Your Mode, Your Ride”
Timnas Indonesia U-19 menang 3-0 atas Myanmar di Piala AFF U-19 2026. Simak hasil pertandingan, evaluasi Nova Arianto, dan rencana rotasi untuk laga berikutnya.