Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan saat Matahari tenggelam di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 20.000 orang mengunjungi Pantai Glagah selama dua hari dari Minggu sampai Senin, 23-24 April 2023.
Petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah, Gathot Prayogo mengatakan pada Minggu 23 April, kunjungan wisatawan mencapai angka 10.941 orang.
“Kalau hari ini [Senin] sampai pukul 15.00 WIB ada 9.921 orang. Kebanyak memang dari luar Yogyakarta,” kata Gathot dihubungi pada Senin (24/4/2023).
Angka tersebut meningkat jauh dari kunjungan hari Jumat dan Sabtu, 21-22 April 2023. Pada Jumat, angka kunjungan hanya mencapai 1.597 orang, sedangkan pada Sabtu hanya mencapai 2.486 orang. Mengacu pada kunjungan hari Minggu, ada penambahan pengujung hingga 8.455 orang.
“Liburan sekarang ini memang agak panjang dan waktu mereka lebih banyak dibandingkan tahun-tahun lalu. Kendati kemarin dan hari ini ramai, namun kendaraan yang masuk ke Pantai Glagah lancar tanpa macet,” katanya.
Baca juga: Jokowi Minta Pemudik Dapat Cuti Tambahan, Ini Alasannya
Lebih jauh, Gatot mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan angka kunjungan di Pantai Glagah meningkat adalah GPS yang digunakan pendatang mengarah ke Selatan arah Pantai Glagah.
“Jembatan Glagah kan rusak, jadi mereka diarahkan ke Selatan ke area Pantai Glagah. Padahal tujuan mereka ke kota Jogja atau Solo, tapi malah ke Pantai Glagah,” ucapnya.
Guna menarik pengunjung, Gathot menerangkan bahwa Dinas Pariwisata telah menyiapkan beberapa agenda seperti di Dermaga Wisata Glagah akan ada pentas wayang istimewa pada Jumat 28 April 2023.
Sementara itu, Kapolres Kulonprogo, AKBP Nunuk Setiyowati memprediksi akan ada peningkatan jumlah pengunjung pada Senin sampai Selasa, 24-25 April 2023. Karena itu, Polres akan memantau kapasitas daya tampung destinasi wisata setiap jam mulai dari pintu masuk atau TPR dan pantauan langsung dengan patroli.
Polres Kulonprogo juga telah menyiapkan personelnya untuk melaksanakan pengamanan destinasi wisata yang menjadi destinasi di Kulonprogo baik wisata pantai maupun wisata di Perbukitan Menoreh atau sisi Utara Kulonprogo.
Sementara itu, Kabagops Polres Kulonprogo, Kompol Budi Kustanto mengatakan apabila kapasitas atau daya tampung destinasi wisata sudah penuh, maka petugas di lapangan akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pemangku kepentingan untuk menutup sementara destinasi wisata tersebut dan mengimbau serta mengalihkan wisatawan untuk pergi ke destinasi wisata lain.
“Langkah antisipasi ini dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung sebagai upaya meminimalkan manajemen risiko gangguan kamtibmas,” kata Budi dalam keterangan tertulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.