Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ilustrasi ODGJ - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kulonprogo menurun sejak tahun 2018. Dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa, ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan angka ODGJ di Kulonprogo terus menurun selama lima tahun.
“Tahun 2019 itu ada 2.978 kasus ODGJ. Angka tersebut terus menurun sampai bulan April 2023 ini dengan 1.507 kasus,” kata Rina dihubungi pada Rabu (26/4/2023).
Rina menambahkan bahwa pada tahun 2020 angka ODGJ mencapai 1.725 kasus, lalu tahun 2021 ada 1.582 kasus, kemudian tahun 2022 ada 1.584 kasus. Apabila melihat angka kasus tersebut, kenaikan hanya terjadi pada tahun 2022 dengan dua kasus saja.
BACA JUGA: Viral Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Babarsari Sleman, Ini Videonya
Jelasnya, terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa seperti faktor ekonomi, stressor sosial, dan keturunan. Kata Rina, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, maka anak atau cucu akan lebih rentan terkena gangguan jiwa.
“Kami memiliki agenda khusus yang lebih mengarah ke penguatan deteksi dini di masyarakat. Jangan sampai terdeteksi sudah berat. Deteksi dini lewat sekolah, usia produktif, lansia, terintegrasi dengan kegiatan skrining yang lain,” katanya.
Selain itu, Dinkes Kulonprogo juga bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada dan Yakkum dalam mengurangi angka ODGJ.
“Tahun 2020 lalu kami melakukan pemutakhiran data; semua kasus tahun 2019 dikunjungi di rumah melalui program Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK). Ada yang sudah meninggal juga dan ada yang pindah. Maka kami baru mendapat angka itu. Lalu, tahun 2021 dan 2022 penambahan kasus baru ODGJ tidak melebihi kasus yang meninggal. Jadi selama lima tahun itu angkanya menurun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Dispar DIY menyiapkan lima strategi menghadapi low season September-November 2026, mulai dari event hingga paket wisata terpadu.
Polri mengingatkan warga tidak mudah terprovokasi konten lama di media sosial. Cek sumber, waktu, lokasi, dan konteks sebelum percaya.
Menteri PPN Rachmat Pambudy mendorong blockchain digunakan untuk efisiensi, transparansi, dan pembangunan digital Indonesia.
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap alasan Revaldo kembali mengonsumsi narkoba setelah tiga kali tersandung kasus serupa.
BNPB melakukan survei udara untuk memetakan dampak gempa NTT magnitudo 7,7 dan menemukan landaan tsunami di dua titik.