Bantul Bangun 20 Kolam Ikan per Kalurahan, Produksi Ditarget Naik
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah pelaku wisata di kawasan Dlinggo mengklaim bahwa para pelancong yang berkunjung ke wilayah itu pada libur Lebaran tahun ini menurun dibandingkan dengan kunjungan tahun lalu.
Kapanewon Dlingo merupakan salah satu objek wisata alam di Bumi Projotamansari yang kerap dikunjungi wisatawan saat momen liburan. Pada libur Lebaran ini kunjungan diklaim menurun hingga 22 persen dibandingkan libur Lebaran 2022 yang lalu.
Ketua Koperasi Notowono sebagai pengelola objek wisata di Dlingo Purwo Harsono mengatakan, berdasarkan catatannya kunjungan wisatawan pada saat libur Lebaran yakni periode 21-25 April mencapai 21.967 orang sedangkan pada libur Lebaran tahun 2022 mencapai 28.309 orang.
"Memang menurun dibandingkan tahun lalu. Jumlah itu cuma setara kunjungan satu hari di Pantai Parangtritis," ujarnya Kamis (27/5/2023).
Baca juga: Musim Kemarau 2023 di DIY Berlangsung April-Oktober? Berikut Penjelasan BMKG
Dia mengaku sekarang pengelola wisata tengah fokus mengembangkan kualitas dibandingkan kuantitas. Paket wisata lebih banyak ditawarkan dalam bentuk kelompok dibandingkan perseorangan. Hal ini juga diikuti dengan perbaikan sarana dan prasana wisata di tempat itu.
"Paket wisatanya yang sederhana saja, misalnya membuat jamu tradisional, membatik hingga pentas budaya lengkap dengan penginapan sehingga pendapatan akan lebih tinggi dibandingkan mengandalkan jumlah kunjungan wisatawan," katanya.
Penurunan jumlah kunjungan wisatawan itu ikut dirasakan oleh salah satu destinasi wisata baru di Dlinggo yakni Little Tokyo (Litto). General Manajer Litto Agus Setiawan menyatakan, wisatawan yang menginap di tempatnya masih cukup bagus selama libur Lebaran. Dari 18 kamar yang ada lebih dari 80 persen terisi. Namun, wisatawan yang bermain di wahana wisata yang ada di Litto hanya ramai selama tiga hari yakni hari Minggu hingga Selasa.
"Kalau dibadingkan tahun lalu turun sekitar 50 persen. Kami kurang yakin kunjungan membaik pada pekan ini sampai dengan awal Mei," ujarnya.
Kondisi Sama di Gunungkidul
Kondisi yang sama juga dialami di Gunungkidul. Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kunjungan wisata sebanyak 185.000 pengunjung pada saat libur Lebaran tahun ini. Namun hingga Selasa (25/4/2023) pagi, jumlah kunjungan yang masuk baru sekitar 73.725 orang.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, masih terus berupaya memenuhi target kunjungan ke tempat wisata Gunungkidul di libur Lebaran. Ia tidak menampik cuti bersama liburan berakhir Selasa (25/4/2023), namun perhitungan jumlah pengunjung masih akan berlanjut hingga 30 April 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.