Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah pelaku wisata di kawasan Dlinggo mengklaim bahwa para pelancong yang berkunjung ke wilayah itu pada libur Lebaran tahun ini menurun dibandingkan dengan kunjungan tahun lalu.
Kapanewon Dlingo merupakan salah satu objek wisata alam di Bumi Projotamansari yang kerap dikunjungi wisatawan saat momen liburan. Pada libur Lebaran ini kunjungan diklaim menurun hingga 22 persen dibandingkan libur Lebaran 2022 yang lalu.
Ketua Koperasi Notowono sebagai pengelola objek wisata di Dlingo Purwo Harsono mengatakan, berdasarkan catatannya kunjungan wisatawan pada saat libur Lebaran yakni periode 21-25 April mencapai 21.967 orang sedangkan pada libur Lebaran tahun 2022 mencapai 28.309 orang.
"Memang menurun dibandingkan tahun lalu. Jumlah itu cuma setara kunjungan satu hari di Pantai Parangtritis," ujarnya Kamis (27/5/2023).
Baca juga: Musim Kemarau 2023 di DIY Berlangsung April-Oktober? Berikut Penjelasan BMKG
Dia mengaku sekarang pengelola wisata tengah fokus mengembangkan kualitas dibandingkan kuantitas. Paket wisata lebih banyak ditawarkan dalam bentuk kelompok dibandingkan perseorangan. Hal ini juga diikuti dengan perbaikan sarana dan prasana wisata di tempat itu.
"Paket wisatanya yang sederhana saja, misalnya membuat jamu tradisional, membatik hingga pentas budaya lengkap dengan penginapan sehingga pendapatan akan lebih tinggi dibandingkan mengandalkan jumlah kunjungan wisatawan," katanya.
Penurunan jumlah kunjungan wisatawan itu ikut dirasakan oleh salah satu destinasi wisata baru di Dlinggo yakni Little Tokyo (Litto). General Manajer Litto Agus Setiawan menyatakan, wisatawan yang menginap di tempatnya masih cukup bagus selama libur Lebaran. Dari 18 kamar yang ada lebih dari 80 persen terisi. Namun, wisatawan yang bermain di wahana wisata yang ada di Litto hanya ramai selama tiga hari yakni hari Minggu hingga Selasa.
"Kalau dibadingkan tahun lalu turun sekitar 50 persen. Kami kurang yakin kunjungan membaik pada pekan ini sampai dengan awal Mei," ujarnya.
Kondisi Sama di Gunungkidul
Kondisi yang sama juga dialami di Gunungkidul. Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kunjungan wisata sebanyak 185.000 pengunjung pada saat libur Lebaran tahun ini. Namun hingga Selasa (25/4/2023) pagi, jumlah kunjungan yang masuk baru sekitar 73.725 orang.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, masih terus berupaya memenuhi target kunjungan ke tempat wisata Gunungkidul di libur Lebaran. Ia tidak menampik cuti bersama liburan berakhir Selasa (25/4/2023), namun perhitungan jumlah pengunjung masih akan berlanjut hingga 30 April 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.