Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul akan menggelar rapat koordinasi dengan kapanewon untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pertemuan salah satunya membahas tentang data terdampak kekeringan di Gunungkidul.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sudah mempersiapkan armada dan personel untuk menghadapi musim kemarau. Selain itu, juga telah mengalokasikan anggaran droping air bersih ke masyarakat.
“Saat kemarau pasti ada yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagai contoh, tahun lalu ada tujuh kapanewon yang mengajukan bantuan ke BPBD,” kata Sumadi, Rabu (24/3/2023).
BACA JUGA : Hindari Gagal Panen, Petani di Lahan Rawan Kekeringan Diminta Tanam Palawija
Dia menjelaskan, dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan kapanewon untuk membahas berkaitan dengan dampak kekeringan. Berdasarkan prediksi dari BMKB, ada potens kemarau di tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Adanya koordinasi bagian dari pemetaan wilayah terdampak kekeringan. Pertemuan akan diselenggarakan setelah peringatan Hari Jadi Gunungkidul,” katanya.
Selain itu, koordinasi juga sebagai upaya mengetahui secara pasti warga yang mengalami krisis air bersih. “Data ini sangat penting karena menyangkut kebijakan dalam penanganan. Makanya dilakukan penddataan untuk mengetahui pasti jumlah warga terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai permintaan air bersih di awal musim kemarau, Sumadi mengakui sudah melaksanakan penyaluran air bersih bagi warga di Dusun Sumber, Planjan, Saptosari. Bantuan yang disalurkan sebanyak 15 tangki.
BACA JUGA : Masuk Kemarau, BPBD Bantul: Belum Ada Warga Minta Dropping Air
“Baru satu dusun ini. Sebab, hingga sekarang belum ada laporan tambahan wilayah yang mengajukan permintaan bantuan air bersih,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran droping air bersih sekitar Rp230 juta. Diharapkan, pagu ini bisa untuk menyalurkan air bersih sebanyak 1.000 tangki.
“Dana yang ada untuk kebutuhan membeli air, BBM hingga operasional kendaraan pengangkut,” katanya.
Menurut dia, total ada lima armada tangki pengakut air yang dimiliki BPBD. Seluruh armada akan diterjunkan pada saat ada permintaan yang masuk. “Untuk tambahan armada baru belum ada rencana,” katanya.
Disinggung mengenai potensi rawan terdampak karena perkiraan kemarau yang lebih panjang, Purwono mengakui akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Selain itu, untuk alokasi anggaran disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kalau nanti dirasa kurang, maka kami bisa mengajukan tambahan pada saat pembahasan APBD Perubahan 2023,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.