Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Sapi - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus kematian sapi secara mendadak di Gunungkidul kembali terjadi. Kali ini ditemukan di Dusun Ngasemrejo, Ngawu, Playen, Gunungkidul.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, sapi yang mati mendadak dimiliki oleh Cipto Wiyono. Sebelum mati, pemilik sempat memberikan minuman konsentrat polar dengan campuran air kedelai.
Saat itu, kondisi sapi sudah lemah dengan gejala perut kembung. Pada Rabu malam akhirnya mati untuk kemudian dikebumikan. “Untuk mengurangi risiko penularan antraks di lokasi penguburan juga disiram formalin oleh petugas kesehatan hewan,” katanya.
Dia berharap kepada masyarakat untuk tidak panik serta saat menemukan hewan ternak mati mendadak langsung dikubur. “Tujuannya untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit,” katanya.
Kepala Dusun Ngasemrejo, Sugeng Riyadi membenarkan adanya sapi mati secara mendadak di wilayahnya. Ia tidak menampik sapi tersebut sempat disembelih dengan dalih untuk mengempeskan perut yang kembung.
“Tujuannya memang untuk mengempeskan perut dan tidak ada upaya mengkonsumsinya,” katanya.
Menurut dia, sapi itu langsung dikuburkan serta diambil sampel untuk mengetahui pasti penyebab kematian. Namun, hingga Kamis (13/7/2023) sore, Sugeng mengakui belum mendapatkan hasil tes tersebut.
“Kami menduga kematian terjadi karena keracunan makanan. Tapi, untuk kepastian masih menunggu hasil pengetesan,” katanya.
Terpisah, Kepala Disnak Kabupaten Gunungkidul Wibawanti membenarkan sapi milik warga Ngasemrejo, Ngawu, Playen mati mendadak. Namun demikian pihaknya belum memastikan apakah terpapar antraks.
Hingga sekarang pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian. Ia berharap kasus penyebaran antraks bisa dikendalikan.
Oleh karenanya, Wibawanti meminta masyarakat untuk tidak menyembelih hewan ternak yang mati secara mendadak. Langkah ini sebagai upaya mengurangi risiko penyebaran bakteri yang menjadi sumber penyakit.b“Kalau disembelih maka bisa menyebar. Jadi, lebih baik langsung dikubur guna mengurangi risiko penularan,” katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan terus dilakukan. Selain memberikan sosialisasi ke masyarakat, juga dilakukan pemberian suntikan anti biotic dan vaksinasi kepada hewan ternak di seputaran temuan kasus.
“Untuk detailnya masih kami himpun. Tapi, upaya penyuntikan untuk pencegahan ke hewan ternak terus dilakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.