Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Pengisian air bersih ke bak penampungan warga di Dusun Tungu, Girimulyo, Panggang, Rabu (13/7/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Tungu, Kalurahan Girimulyo terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga per tangki dengan kapasitas 5.000 liter di kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000.
Ketua RT01/RW01, Dusun Tungu, Girimulyo, Rahmadi mengatakan, saat kemarau warga biasa membeli air bersih. Ketiadaan sumber air menjadi penyebab wilayahnya kekurangan air.
“Kalau musim hujan ada air hujan yang bisa ditampung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi kalau kemarau kami terpaksa membelinya,” kata Rahmadi kepada wartawan, Kamis (13/7/2023).
Menurut dia, upaya mencari sumber air sudah dilakukan dengan melibatkan tim ahli. Kendati demikian, proses tersebut tidak membuahkan hasil karena di sekitar permukiman tidak ditemukan sumber air.
“Ada satu sumber air, tapi lokasinya dekat laut. Jaraknya sekitar enam kilometer dari rumah warga sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Butuh biaya besar untuk mengangkatnya,” katanya.
Rahmadi mengungkapkan aliran air PDAM sudah masuk di wilayah tersebut. Namun, pelayanan belum optimal karena satu RT hanya terdapat dua atau tiga instalasi. “Instalasi ini digunakan secara bergantian oleh warga. Tetapi, alirannya juga tidak lancar,” katanya.
Menurut dia, warga terpaksa membeli air bersih saat kemarau. Harganya bervariasi dan sangat bergantung dengan jarak rumah dengan jalan.
Warga yang rumahnya dekat jalan hanya perlu membayar Rp150.000 per tangki berkapasitas 5.000 liter. Namun, apabila jarak rumah mereka jauh, harga air lebih mahal hingga mencapai Rp200.000 per tangkinya.
BACA JUGA: Penggeledahan Rumah Kepala Dispertaru DIY di Kasus Tanah Kas Desa, Sultan: Saya yang Minta
“Mau bagaimana lagi? Kami harus membeli karena memang instalasi PDAM belum bisa diandalkan. Sedangkan bantuan air bersih yang masuk juga tidak banyak,” katanya.
Rahmadi menambahkan, satu tangki biasanya dipergunakan hingga dua minggu sehingga dalam waktu satu bulan warga membeli dua kali. “Ini sudah termasuk untuk memenuhi kebutuhan ternak dan segala kebutuhan lainnya,” katanya.
Dia berharap layanan PDAM bisa dioptimalkan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi. "Layanan PDAM belum bisa optimal. Seringkali macet dan pemanfaatan harus bergantian dengan warga lainnya,” katanya.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, mengatakan layanan PDAM masih butuh dioptimalkan. Ia mengaku sudah membuat perencanaan dengan memanfaatkan potensi sumber sungai bawah tanah di Gunungkidul.
PDAM akan meningkatkan kapasitas produksi di sumber Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Ia menyakini dengan peningkatan tersebut, layanan di wilayah seperti Pangang, Purwosari, Paliyan dan Saptosari bisa lebih optimal lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Indonesia akan turun di 32 cabang olahraga Asian Games 2026 dengan 400 lebih atlet, persiapan difokuskan lewat program nasional.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Pemerintah dan marketplace sepakat menahan kenaikan biaya layanan demi menjaga UMKM tetap kompetitif di tengah integrasi sistem.
Lima peserta Latsarmil SPPI meninggal dunia, Kemenhan dan Kemenkes bentuk tim investigasi untuk ungkap penyebabnya.
Toyota dan Joby Aviation bentuk aliansi strategis di AS untuk produksi taksi udara elektrik, siap sambut mobilitas masa depan.