PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi rabies
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan hingga saat ini sudah ada 11 warga yang digigit anjing. Meski begitu, Dinkes memastikan hingga kini belum ada kasus rabies akibat gigitan anjing tersebut di Bumi Handayani.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan wilayah Bumi Handayani sudah terbebas dari kasus rabies sejak lama. Meski demikian, upaya kewaspadaan harus dilakukan, salah satunya dengan memberikan vaksinasi antirabies bagi hewan peliharaan yang jadi sumber penyebaran seperti anjing dan kucing. “Detail pencegahaan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tetapi, secara kasus untuk penyakit rabies di Gunungkidul tidak ada,” katanya, Minggu (16/7/2023).
Lantaran tidak adanya temuan kasus atau ciri-ciri hewan yang terkena rabies, maka penanganan kasus gigitan tidak memerlukan pengecekan secara khusus. Adapun penaganan dilakukan seperti perawatan luka biasa.
BACA JUGA: Naik Drastis, 16 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Tercatat di Kulonprogo
Dewi mencatat dalam rentang waktu dua tahun terakhir ada puluhan warga yang digigit anjing. Adapun rinciannya, sebanyak 52 kasus dan hingga awal Juli ini sudah ada 11 warga yang digigit anjing. “Kami mengimbau kepada warga yang terkena gigitan baik anjing maupun kucing segera memeriksakan diri ke puskesmas terdetak untuk perawatan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan wilayah Bumi Handayani sudah terbebas dari kasus rabies. Capaian ini tak lepas dari adanya program vaksinasi yang berjalan sejak lama.
Meski tidak ada kasus, upaya vaksinasi rutin digelar setiap tahunnya. Untuk tahun ini, lanjut dia, pelaksanaan tidak hanya melalui kegiatan yang dibiayai APBD kabupaten, tapi juga meminta bantuan ke Pemerintah DIY maupun Pemerintah Pusat.
“Kalau dari APBD kegiatan vaksinasi rabies hanya 50an hewan. Makanya kami ajukan bantuan ke provinsi dan Pemerintah Pusat sehingga sasaran hewan yang divaksin bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Retno menambahan, ada beberapa ciri-ciri hewan yang terpapar rabies seperti takut air, takut paparan sinar matahari dan ingin menggigit. “Untuk mengurangi risiko penularan dengan cara rutin memberikan vaksin, khsusunya bagi hewan yang dipelihara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.
DPRD DIY siapkan perda perlindungan karst untuk cegah kerusakan akibat pembangunan. Regulasi ini ditargetkan jadi acuan nasional.
Penelitian terbaru mengungkap stres ayah sebelum pembuahan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan awal anak melalui sinyal biologis.